JURNALJAMBI.CO – Shalat sunat Istisqo’ di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun melangitkan do’a kepada Allah Subhana wata’ala, memohon diturunkan hujan di Negeri Sepucuk Adat Serumpun Pseko, Rabu sore 2 September 2026, ba’da shalat Ashar di lapangan Gunung Kembang, Perkantoran Bupati Sarolangun.
Sebelum rangkaian shalat Istisqa’ diawali dengan shalat ashar berjamaah yang diimami Kabag Kesra Junaidi, M.Pdi, dilanjutkan dengan shalat sunat Istisqo’ dengan Imam Ustadz Munawir SPd dan Khutbah disampaikan oleh Buya Sofwan, Pimpinan Pondok Pesantren Hasni, Sarolangun.
Hadir dalam rangkaian acara shalat Istisqa’, Bupati Sarolangun H. Hurmin, Ketua DPRD Ahmad Jani, Kapolres Sarolangun Wendi Oktariansyah dan jajaran, Dandim 0420 Sarko dan jajaran, Ketua PBNU Sarolangun HM Syatar, para Staf Ahli Bupati dan para Asisten Bupati, Direktur PDAM Mulyadi, Direktur Rumah Sakit HM Chatib Quzwein, Kepala Bank Jambi cabang Sarolangun, Para kepala OPD, ASN di lingkungan Pemkab Sarolangun dan para pemimpin Pondok pesantren bersama para santri.
Bupati Sarolangun Hurmin dalam sambutannya mengajak jamaah yang hadir dan masyarakat Sarolangun secara umum, bahwasanya dalam kemarau berkepanjangan ini sepantasnya bermuhasabah atau mengintrospeksi diri, sebagai hamba Allah, mungkin telah berbuat kekhilafan dan kurangnya ketakwaan kepada Sang Khalik, Allah Subhanahu Wataala. 
“Musim kemarau yang panjang ini, telah mengakibatkan susahnya air bersih dan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dimana-mana, maka sepantasnya kita sebagai hamba Allah bermuhasabah, mungkin kita sudah berbuat khilaf dan dosa, mungkin juga berkurangnya ketakwaan kita kepada Allah yang maha kuasa,” ucap Bupati Hurmin.
Bupati menyebut, Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya dalam pencegahan dan penanganan bencana kebakaran akibat kekeringan di musim kemarau panjang ini. Namun jalan akhir dari upaya tersebut adalah memohon doa dan beristighfar kepada yang maha kuasa.
“Kita sudah melakukan berbagai upaya dalam pencegahan dan penanganan musibah akibat kekeringan, ini jalan akhir terbaik bagi kita, mari langitkan istighfar dan doa, kita mohon kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar diturunkan-Nya hujan membasahi negeri Sarolangun, Sepucuk Adat Serumpun Pseko ini,” ungkap Bupati Hurmin.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Hurmin mengimbau semua lapisan masyarakat terus berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran, sekecil apapun percikan api akan dapat mengakibatkan api yang besar dan mengakibatkan kebakaran yang besar dan luas.
“Mari bersama kita cegah kebakaran lingkungan, kebakaran hutan dan lahan, jangan buang puntung rokok sembarangan,” seru Bupati.
Sebelum pelsanaan shalat Istisqo, Buya Sofwan menguraikan kaifiat atau tata cara menyelenggarakan shalat istisqa, dimulai dari niat shalat Istisqo dua rakaat sampai salam di rakaat kedua.
Shalat yang diimami Ustadz Munawir terasa khusyuk walau dalam panas terik, shalat sunat dengan tujuh takbir di rakaat pertama dan lima takbir di rakaat kedua terasa menambah khusyuk dengan lantunan surah Al-A’la pada ayat pertama dan lantunan suara imam yang membaca surah Al-ghasyiah di raka’at kedua, para jamaah melaksanakan shalat dengan tenang walaupun bercucuran keringat hingga salam. 
Sang Khotib, Buya Sofwan, dalam khotbahnya, mengatakan, jamaah yang hadir dalam shalat istisqa diiringi dengan khutbah, untuk mengetuk pintu langit, memohon kepada Allah ‘Azza Wajalla meminta diturunkan hujan membasahi bumi, khususnya di negeri sepucuk adat serumpun Pseko.
“Kita mungkin sudah melakukan kerusakan di muka bumi ini, mungkin kita sudah banyak melakukan kekhilafan, mari kita banyak-banyak beristighfar, meminta keampunan Allah dengan melangitkan istighfar dan do’a meminta Allah turunkan hujan. Mari kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah,” ucap Buya Sofwan.
Buya Sofwan menyebut, kemarau panjang dan siklus iklim yang tidak menentu semestinya menjadi evaluasi bagi umat manusia, karena diyakini, semua itu adalah akibat buruk dari tingkah laku yang tidak terpuji manusia, yang merusak alam hingga mengakibatkan kerusakan di muka bumi.
“Telah terjadi kerusakan di darat dan di laut akibat ulah tangan manusia. Mohon lah ampun kepada tuhan mu, sesungguhnya Allah maha pengampun dan maha kuasa menurunkan hujan dari langit. Dua ayat ini adalah firman Allah, yang wajib kita imani,” ungkap Buya Sofwan, bahwasanya manusia diperintahkan memanjatkan do’a agar terhindar dari bala dan azab Allah.
Selesai khutbah dilanjutkan dengan istighosah, yang dipimpin oleh Ustadz Munawir dan Buya Sofwan. Dalam istighosah ini lantunan lafadz istighfar, zikir dan doa menggema, dengan harapan agar Allah ‘Azza Wajalla menurunkan hujan membasahi bumi negeri Sepucuk Adat Serumpun Pseko. (Abahagus)












