JURNALJAMBI.CO – Kasus kematian Winda Lorenza, mantan istri anggota polisi Brigadir Iman Harefa, kembali menjadi sorotan. Setelah keluarga mempertanyakan dugaan bunuh diri, muncul video di media sosial yang memuat tudingan bahwa Winda pernah “dijual” oleh mantan suaminya kepada seorang atasan yang disebut pernah menjabat Wakapolda.
Tudingan tersebut disampaikan pihak keluarga dalam sebuah video yang kemudian viral. Dalam video itu disebutkan bahwa Winda mengalami kehancuran setelah diduga “dijual” kepada atasannya pada 2021. Winda juga disebut pernah dibawa ke luar negeri.
Namun, informasi tersebut belum terverifikasi secara independen dan belum dapat dianggap sebagai fakta hukum.
Polda Sumatera Utara menyatakan sedang mendalami informasi yang beredar. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan pendalaman dilakukan Bidang Profesi dan Pengamanan. Polisi juga akan berkoordinasi dengan Direktorat Siber untuk menelusuri video serta Direktorat Reserse Kriminal Umum terkait aspek pidananya.
Kasus ini bermula ketika Winda ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumah Brigadir Iman di Kompleks Bumi Asri, Medan, pada 2 Agustus 2026.
Polisi sebelumnya menyatakan tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban dan menduga Winda meninggal akibat tembakan dari senjata api milik Brigadir Iman.
Kesimpulan tersebut ditolak keluarga. Mereka kemudian melaporkan dugaan pembunuhan ke Polda Sumut. Keluarga juga mengaku menemukan sejumlah lebam pada tubuh Winda setelah jenazah dibawa ke rumah duka.
Di tengah proses penyelidikan, Brigadir Iman masih menjalani penempatan khusus. Masa penempatan khususnya diperpanjang 10 hari sehingga total menjadi 30 hari. Langkah itu berkaitan dengan dugaan kelalaian dalam mengamankan senjata api inventaris kepolisian.
Kini, kepolisian tidak hanya dituntut mengurai penyebab kematian Winda, tetapi juga memeriksa seluruh informasi yang muncul di ruang publik.
Tudingan mengenai dugaan “penjualan” kepada seorang pejabat kepolisian pun masih menjadi bagian dari informasi yang harus dibuktikan. Sampai ada bukti dan kesimpulan penyidikan, identitas serta keterlibatan pejabat yang disebut dalam video belum dapat dipastikan.












