10 Pecatur Terbaik Jambi Saling Jegal di Candidate Master 2026, Mario: Jangan Ada Lobi Poin!

Turnamen catur non master Pengprov Percasi jambi ke 7 di kota Sungai Senuh.

JURNALJAMBI.CO –  Papan catur di Paviliun JBC bakal menjadi arena pertarungan serius para pecatur Jambi. Bukan sekadar adu strategi, rangkaian turnamen yang digelar Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Jambi ini juga membawa pesan tegas: kemenangan harus ditentukan di atas papan, bukan melalui kesepakatan di luar pertandingan.

Turnamen Catur Non-Master Pengprov Percasi Jambi ke-8 dijadwalkan berlangsung pada 5–6 September 2026 di Paviliun JBC. Kompetisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival JBC 2026.

Namun, perhatian tidak berhenti pada turnamen non-master. Setelah kompetisi tersebut, Percasi Jambi akan melanjutkan agenda dengan Turnamen Candidate Master 2026. Ajang ini diproyeksikan menjadi salah satu pertarungan paling menarik karena mempertemukan sejumlah pecatur papan atas Jambi.

Sedikitnya 10 pecatur masuk dalam daftar peserta Candidate Master 2026. Mereka adalah MN Izhar Bafadhal, MN Rori Muldianto, MN Sarmadoli Siringoringo, MN Tjin Hau, MN Miduk Hutabarat, Marzuki Tarigan, Apririyan Hidayat, Herry Sofyandi, Ruli Putra, dan Bahrullah Halik.

Komposisi tersebut membuat turnamen Candidate Master bukan sekadar pertandingan lanjutan. Para pecatur akan membawa pengalaman, peringkat, dan reputasi masing-masing ke satu arena. Setiap langkah dapat menentukan posisi, sementara kesalahan kecil bisa mengubah jalannya pertandingan.

Ketua Pengprov Percasi Jambi Mario Liberty Siregar justru menyoroti sisi lain dari kompetisi. Ia meminta seluruh atlet dan pengurus menjaga integritas pertandingan. Menurut Mario, perkembangan catur Jambi tidak cukup hanya diukur dari banyaknya gelar juara, tetapi juga dari kualitas dan kejujuran kompetisinya.

Mario secara tegas meminta agar praktik lobi poin tidak lagi terjadi dalam pertandingan catur di Jambi.

“Mari kita tinggalkan kebiasaan lama yang kurang baik. Setiap kemenangan harus lahir dari kemampuan, strategi, dan perjuangan di atas papan catur. Kita junjung sportivitas dan fair play. Jangan ada lobi poin yang dapat mencederai kejujuran pertandingan demi mengejar kemenangan atau gelar juara,” kata Mario.

Ia berharap atlet dan pengurus memiliki komitmen yang sama untuk membangun tradisi pertandingan yang profesional. Bagi Mario, hasil pertandingan harus menjadi cermin kemampuan seorang pecatur, bukan hasil kesepakatan di luar arena.

Turnamen Candidate Master 2026 pun menjadi kesempatan bagi para pecatur untuk menunjukkan kemampuan mereka secara terbuka. Kehadiran para Master Nasional dan pecatur dengan peringkat tinggi membuat persaingan diperkirakan berlangsung ketat sejak babak awal.

Bagi publik, Paviliun JBC pada September ini bukan hanya menjadi bagian dari Festival JBC 2026. Tempat tersebut juga akan menjadi saksi bagaimana para pecatur Jambi mempertaruhkan strategi, konsentrasi, dan reputasi mereka satu langkah, satu keputusan, dan satu papan untuk menentukan siapa yang paling tangguh.