Pra-Porprov Catur Jambi 2026 Memanas! 72 Pecatur Terbaik dari 11 Kabupaten/Kota Adu Strategi

Turnamen catur Bulanan Pengprov Percasi Jambi di Paviliun JBC.

JURNALJAMBI.CO – Papan catur bakal menjadi arena pertarungan sengit para pecatur terbaik Provinsi Jambi. Sebanyak 72 pecatur dari 11 kabupaten/kota akan ambil bagian dalam Turnamen Catur Pra-Porprov Provinsi Jambi 2026 yang digelar pada 8–9 Agustus 2026 di Paviliun Jambi Business Center (JBC).

Ajang ini dipastikan tidak sekadar menjadi turnamen pemanasan. Sejumlah pecatur berstatus Master Nasional (MN), pecatur senior, veteran, hingga talenta muda yang tengah berada dalam performa terbaik akan saling berhadapan.

Pra-Porprov ini digelar Pengprov Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jambi sebagai respons atas penundaan Porprov. Ketua Pengprov Percasi Jambi Mario Liberty Siregar menggagas turnamen tersebut agar atmosfer kompetisi dan pembinaan prestasi catur di Jambi tetap berjalan.

Sekretaris Umum Percasi Jambi, Ali Sabri, mengatakan Pra-Porprov diikuti 11 tim Pengkab/Pengkot ditambah satu tim Pengprov.

“Tim Pengkab/Pengkot terdiri dari beregu empat orang, perorangan terbuka satu orang, dan veteran 55 tahun ke atas satu orang,” kata Ali.

Setiap tim kabupaten/kota memang tidak datang dengan komposisi sembarangan. Para pengurus daerah melakukan seleksi untuk mengirimkan pecatur yang dinilai paling siap menghadapi persaingan.

Format beregu juga membuat pertarungan semakin menarik. Satu regu diperkuat empat pemain. Bagi kabupaten/kota yang memiliki atlet bergelar Master Nasional, pecatur tersebut ditempatkan di meja pertama, sementara tiga pemain lainnya mengisi meja kedua, ketiga, dan keempat.

Dengan format tersebut, kekuatan tim tidak hanya ditentukan satu pecatur. Kedalaman skuad menjadi salah satu faktor penting untuk merebut kemenangan.

Kota Jambi datang dengan sejumlah nama yang sudah tidak asing di arena catur Jambi. Ada Ramses Hasibuan, yang dikenal kerap meraih hasil terbaik dalam berbagai turnamen di Jambi. Kota Jambi juga diperkuat MN Izhar Bafadhl, langganan podium di berbagai pertandingan,

Nama Hendri Pasaribu juga masuk dalam skuad. Ia merupakan pecatur yang pernah meraih medali pada Porprov.

Ancaman juga datang dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Nama Marzuki Tarigan menjadi salah satu yang patut diperhitungkan setelah kerap menjadi juara pada turnamen non-master Pengprov Percasi Jambi.

Tanjung Jabung Barat juga memiliki dua pecatur bergelar master nasional, di antaranya Sarmadoli, yang pernah menjadi juara pertama Turnamen Catur Wali Kota Jambi kategori veteran, serta Wita Rahayu.

Dari Kabupaten Bungo, ada MN Rori Muldianto. Pecatur ini juga dikenal sebagai salah satu langganan juara dalam berbagai turnamen di Jambi maupun tingkat regional Sumatera.

Bungo turut diperkuat Dian Sriwijaya dan Rully Ardiansyah.

Sementara itu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur juga tidak ingin sekadar menjadi peserta. Nama Herdi Amanda, Gusrian, dan Dedi Iskandar menjadi bagian dari kekuatan daerah tersebut.

Ketiganya dikenal memiliki kemampuan yang patut diperhitungkan, bahkan telah beberapa kali mampu memberikan perlawanan kepada pecatur bergelar master.

Kabupaten Batanghari membawa sejumlah pecatur berpengalaman. Meski tidak diperkuat pecatur bergelar Master Nasional, kekuatan mereka tetap tidak bisa dipandang sebelah mata.

Ada Hery Sofyandi yang kerap meraih juara dalam berbagai turnamen. Selain itu, Batanghari juga memiliki Ardiansyah Robin, pecatur senior yang sudah malang melintang di berbagai turnamen catur di Jambi.

Kabupaten Merangin mengandalkan pecatur muda Egorianto. Kemampuannya di atas papan catur membuat namanya layak menjadi salah satu yang diperhitungkan.

Dari Kabupaten Tebo, ada Zainal Abidin dan Barulah Khalik yang menjadi tumpuan. Keduanya juga cukup sering menjadi langganan juara dalam turnamen yang digelar Pengprov Percasi Jambi.

Persaingan tak kalah menarik datang dari Kabupaten Sarolangun. Daerah ini mengirim enam pecatur terbaik, di antaranya Ahmad Kodri, Apriyan Hidayat, Ahmad Afandi, dan Yusnardi.

Apriyan Hidayat sendiri tengah berada dalam momentum positif setelah menjadi juara pada salah satu turnamen catur bulanan.

Sementara Yusnardi menjadi salah satu pecatur veteran yang pengalaman dan kemampuannya masih sangat diperhitungkan.

Kabupaten Kerinci juga melakukan seleksi untuk mendapatkan komposisi terbaik. Sejumlah nama lama yang sudah teruji di berbagai turnamen di Jambi masuk dalam skuad, seperti M. Reza, Gazali, dan Emzeq.

Kerinci juga membawa tiga nama baru hasil seleksi, yakni Retfliadi, Zulhafni, dan Sina Rafli.

Kota Sungai Penuh pun tak mau kehilangan momentum. Mereka membawa pecatur veteran Susyadi, yang sudah lama malang melintang di dunia percaturan Jambi.

Susyadi akan diperkuat Usman, Mat Jizal, Riris Friandi, Arnadi, dan Novis Setiawan.

Sementara Kabupaten Muaro Jambi memiliki salah satu pecatur muda yang tengah mencuri perhatian, yakni Ahmad Subhan.

Dalam dua bulan terakhir, Subhan tercatat kerap menjadi juara dalam turnamen di Jambi maupun Batanghari. Performa tersebut membuatnya menjadi salah satu tumpuan Muaro Jambi dalam Pra-Porprov kali ini. Selain Subhan, Muaro Jambi juga membawa Agus Ariyanto dan Bangun Santoso.

Kekuatan kejutan juga bisa datang dari tim Pengprov Percasi Jambi. Tim ini diisi pengurus dan atlet yang tidak diikutsertakan oleh kabupaten/kota dalam Pra-Porprov.

Sejumlah nama yang beredar menjadi bagian dari tim tersebut adalah MN Sugianto Thjin atau yang dikenal sebagai Chin Haw, pecatur kelas nasional yang memiliki rekam jejak juara di level nasional.

Ada pula Jhon Gultom, pecatur senior yang dikenal memiliki permainan agresif. Bahkan, Ketua Pengprov Percasi Jambi Mario Liberty Siregar turut masuk dalam skuad. Kehadiran para pecatur tersebut membuat persaingan Pra-Porprov semakin sulit ditebak.

Ali Sabri menegaskan, Pra-Porprov Catur Jambi 2026 tidak hanya bertujuan mencari pemenang. Turnamen ini menjadi ajang pemetaan dan evaluasi kemampuan atlet catur dari seluruh kabupaten/kota sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov 2027.

Selain itu, turnamen diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan prestasi, menumbuhkan sportivitas, mempererat silaturahmi antardaerah, sekaligus memastikan kesiapan teknis dan kompetitif para atlet.

“Turnamen ini juga dimaksudkan untuk menjaga ekosistem catur agar tetap kondusif di Provinsi Jambi,” ujar Ali.

Dengan komposisi pemain yang dihuni para juara, Master Nasional, pecatur senior, veteran, hingga talenta muda, Pra-Porprov Catur Jambi 2026 dipastikan bukan pertandingan biasa.

Sebanyak 11 kabupaten/kota akan membawa gengsi daerah masing-masing ke atas papan catur.

Di sinilah strategi, ketenangan, pengalaman, dan keberanian mengambil risiko akan diuji.

Satu langkah keliru bisa menjadi awal kekalahan.

Dan ketika jam catur mulai berdetak, papan 64 petak itu akan berubah menjadi medan perang sesungguhnya.