JURNALJAMBI.CO — Masyarakat Jambi mulai mempertanyakan keseriusan Pemerintah Provinsi Jambi dalam menangani kabut asap yang semakin parah menyelimuti Kota Jambi dan sekitarnya.
Pasalnya, dana bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp30 Miliar untuk penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi diduga sengaja ditahan dan belum juga digunakan.
“Mengapa hingga saat ini Pemprov Jambi tak juga pergunakan anggaran pusat untuk Karhutla sebesar Rp30 miliar. Ada apa ini? Sementara karhutla semakin parah di Jambi,” kata Saiful, Pengamat Kebijakan Publik Jambi dikutip dari http://Pemayung.co.id, Senin (23/9/2026).
Ia menduga ada unsur kesengajaan anggaran tersebut hanya diparkir di Bank Jambi sementara masyarakat sudah sesak akibat kabut asap.
“Untuk apa uang tersebut diparkir di Bank Jambi, sementara karhutla semakin parah. Ada unsur kesengajaan dan lambannya Gubernur Jambi Al Haris tangani karhutla,” bebernya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, saat dikonfirmasi mengakui dana tersebut memang belum digunakan.
“Belum, setahu saya belum,” kata Sudirman, Senin (21/9/2026).
Menurut Sudirman, anggaran Rp30 Miliar tersebut saat ini masih dalam tahap penyusunan, pengkajian dan pembahasan program yang akan dibiayai.
Dana tersebut disiapkan tidak hanya untuk pemadaman api, tetapi juga untuk pencegahan karhutla, penanganan kesehatan masyarakat terdampak ISPA, hingga pemulihan lahan gambut.
“Bantuan karhutla Rp30 miliar dari pemerintah pusat itu alokasinya untuk penanganan karhutla. Bisa saja pencegahan, bisa saja pemadaman, bisa saja untuk penanganan kesehatan masalah ISPA, bisa saja masalah pemulihan gambut,” ujarnya.
Di tengah perdebatan anggaran yang belum cair, kabut asap di Jambi masih pekat dan jarak pandang terbatas. Warga berharap Pemprov Jambi bergerak cepat dan tidak bertele-tele soal administrasi.












