JURNALJAMBI.CO — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan / karhutla kembali membuat Kota Jambi diselimuti polusi tebal. Melihat kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara / ISPU yang masih “sangat tidak sehat”, Pemerintah Kota Jambi resmi memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh / PJJ bagi pelajar.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 25 Tahun 2026 yang ditandatangani Wali Kota Jambi Maulana pada 2 September 2026.
Dalam edaran itu disebutkan, PJJ berlaku untuk jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP se-Kota Jambi mulai 3 hingga 4 September 2026 atau sampai kualitas udara dinyatakan aman untuk pembelajaran tatap muka.
“Pemkot menjadikan data ISPU dari stasiun Air Quality Monitoring System / AQMS Provinsi Jambi sebagai dasar pengambilan keputusan. Artinya, sekolah tatap muka belum akan kembali diberlakukan selama kondisi udara masih berisiko bagi kesehatan peserta didik,” tulis edaran tersebut.
Ini merupakan perpanjangan dari kebijakan sebelumnya yang sudah diberlakukan pada 26–28 Agustus 2026, lalu diperpanjang lagi hingga 2 September 2026. Data terakhir bahkan mencatat AQI Kota Jambi sempat tembus 213 pada 25 Agustus 2026, masuk kategori sangat tidak sehat dan terburuk se-Indonesia saat itu.
Guru Tetap Masuk, Orang Tua Diminta Dampingi Meski siswa belajar dari rumah, Pemkot menegaskan kegiatan pendidikan tidak berhenti. Kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tetap wajib masuk untuk memastikan pembelajaran daring berjalan efektif.
Guru juga diminta memantau kondisi kesehatan siswa selama PJJ berlangsung. Sementara orang tua/wali diimbau tidak menganggap PJJ sebagai libur, tetap mendampingi anak belajar, dan membatasi aktivitas di luar rumah.
Imbauan Kesehatan Selain memperpanjang PJJ, Pemkot Jambi juga membagikan ribuan masker dan menyiapkan 600 masker untuk puskesmas. Warga diminta tidak lengah meski ISPU sempat turun dari 120 menjadi 96.
Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried juga menegaskan kebijakan PJJ harus mengikuti perkembangan kualitas udara, bukan terpaku pada batas waktu.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkot masih akan terus mengevaluasi kondisi udara. Pembelajaran tatap muka baru akan kembali digelar jika ISPU dinyatakan aman.t












