JURNALJAMBI.CO – Ratusan warga Suku Anak Dalam menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Kabupaten Merangin, Kamis (21/5/2026). Aksi dipicu dugaan ketidakadilan penyaluran bantuan keramba ikan. Aksi berlangsung di kawasan Pematang Kandis, Bangko, dan dipimpin oleh Tumenggung Jang. Massa menuntut kejelasan terkait bantuan keramba ikan yang sebelumnya dijanjikan untuk delapan tumenggung.
Namun dalam realisasinya, bantuan tersebut disebut hanya diberikan kepada satu pihak, yakni Tumenggung Jon.
“Awalnya untuk delapan tumenggung. Tapi kenapa hanya satu yang menerima?” kata Jang di tengah aksi.
Kekecewaan warga memuncak karena janji tersebut disebut disampaikan langsung oleh Bupati Merangin sekitar lima bulan lalu. Massa menilai kebijakan tersebut tidak adil dan tidak transparan.
Situasi memanas menjelang akhir aksi. Pemicu kericuhan diduga berasal dari siaran langsung di media sosial TikTok oleh seseorang yang disebut berasal dari lingkungan kantor bupati.
Dalam siaran itu, muncul ucapan yang dianggap merendahkan peserta aksi. Massa tersulut emosi dan berupaya mencari oknum yang diduga melontarkan pernyataan tersebut.
Sejumlah ruangan di kantor bupati sempat diperiksa massa. Di saat bersamaan, akses gerbang kantor ditutup.
Kericuhan tak terhindarkan ketika sebuah kendaraan di lokasi menjadi sasaran amukan massa. Belakangan diketahui mobil tersebut merupakan milik aparat kepolisian, tepatnya Kabag Ops Polres Merangin.
Aparat kepolisian bergerak cepat melakukan mediasi dengan para tumenggung SAD. Setelah dialog berlangsung, situasi perlahan mereda.
Massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah tuntutan mereka disampaikan dan difasilitasi untuk dibahas lebih lanjut.












