JURNALJAMBI.CO – Kericuhan dalam aksi demonstrasi warga Suku Anak Dalam (SAD) bukan semata dipicu tuntutan bantuan keramba ikan. Situasi memanas justru terjadi di penghujung aksi, saat beredar siaran langsung TikTok dari dalam lingkungan kantor bupati.
Dalam siaran tersebut, seorang oknum yang diduga merupakan staf kantor bupati melontarkan ucapan yang dianggap merendahkan massa aksi, dengan menyebut demonstran “tidak ada kerjaan”.
Ucapan itu cepat menyebar di tengah massa. Emosi peserta aksi langsung tersulut.
Dipimpin Tumenggung Jang, massa yang sebelumnya masih bertahan secara damai berubah agresif. Mereka bergerak mencari sumber siaran langsung tersebut ke dalam area kantor bupati.
Sejumlah ruangan diperiksa. Massa berusaha menemukan orang yang diduga melakukan live TikTok tersebut.
Di saat bersamaan, sebagian massa menutup akses keluar-masuk kantor bupati. Situasi semakin tidak terkendali.
Kericuhan pecah ketika sebuah kendaraan di lokasi menjadi sasaran amukan. Mobil tersebut belakangan diketahui milik aparat kepolisian dari Polres Merangin.
Aparat keamanan yang berada di lokasi langsung bergerak melakukan pengamanan dan membuka jalur komunikasi dengan para tokoh SAD.
Ketegangan mereda setelah dilakukan mediasi antara pihak kepolisian dan perwakilan tumenggung. Massa akhirnya membubarkan diri secara bertahap.












