Netanyahu di PBB Sebut Rezim Iran Bakal Runtuh, Pamerkan Starlink

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

JURNALJAMBI.CO – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadikan Iran sebagai salah satu sorotan utama dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Kamis (24/9/2026). Netanyahu menyatakan pemerintahan Iran pada akhirnya akan jatuh dan rakyat Iran akan memperoleh kebebasan.

Dalam pidatonya, Netanyahu mengatakan perubahan di Iran hanya tinggal menunggu waktu. Ia menuding pemerintahan Iran akan runtuh akibat persoalan yang menurutnya berasal dari rezim itu sendiri.

“Rezim ini akan runtuh,” kata Netanyahu dalam pidatonya, seperti dilaporkan Reuters. Ia juga mengatakan rakyat Iran pada akhirnya akan menggulingkan pemerintahannya.

Netanyahu kemudian mengangkat perangkat internet satelit Starlink di hadapan peserta sidang. Menurut dia, teknologi tersebut dapat membantu masyarakat Iran memperoleh akses terhadap informasi dan berkomunikasi di tengah pembatasan internet.

Ia mengatakan perangkat itu akan ditinggalkan untuk diserahkan kepada delegasi Iran yang tidak hadir dalam ruang sidang. Netanyahu mengaitkan akses internet dengan kebebasan memperoleh informasi dan menyampaikan pendapat.

Pernyataan mengenai kemungkinan jatuhnya pemerintahan Iran tersebut merupakan prediksi dan posisi politik Netanyahu, bukan hasil atau kesimpulan yang telah dikonfirmasi secara independen.

Pidato Netanyahu berlangsung di tengah ketegangan kawasan yang masih berlanjut. Reuters melaporkan bahwa konflik Iran dan Israel menjadi salah satu isu utama yang dibawa Netanyahu ke forum PBB. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyampaikan peringatan keras terhadap Iran dalam pidatonya di Majelis Umum PBB.

Situasi diplomatik juga masih bergerak. Iran sebelumnya menyatakan bersedia membuka kembali Selat Hormuz apabila tekanan militer Amerika Serikat dikurangi dan blokade terhadap pelabuhan Iran dihentikan.

Pidato Netanyahu juga diwarnai aksi keluar ruangan oleh sejumlah delegasi sebagai bentuk protes. Reuters melaporkan puluhan delegasi meninggalkan sidang ketika Netanyahu mulai berbicara.

Pernyataan Netanyahu mengenai masa depan pemerintahan Iran kini menjadi bagian dari perseteruan politik dan diplomatik yang lebih luas di tengah konflik Timur Tengah