ISPU Turun, Kabut Asap Jambi Mereda: Warga Bisa Bernapas Lega Lagi

Setelah 1 Minggu Pekat, Kualitas Udara Kota Jambi Kembali Normal

JURNALJAMBI.CO — Kabut asap yang selama hampir sepekan menyelimuti Kota Jambi akhirnya berangsur hilang. Kualitas udara di ibu kota Provinsi Jambi kini terpantau kembali membaik setelah sebelumnya sempat masuk kategori sangat tidak sehat .

Perbaikan kualitas udara ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang sempat terganggu aktivitasnya akibat dampak karhutla.

ISPU Jambi Turun Drastis Berdasarkan data pemantauan, pada Selasa 25 Agustus 2026 malam  AQI US Kota Jambi sempat tembus 213 dengan polutan utama PM2.5 mencapai 137,3 µg/m³. Angka tersebut membuat Jambi berada di peringkat 1 kota dengan udara terburuk se-Indonesia.

Namun dalam beberapa hari terakhir, indeks pencemaran udara berangsur turun. Kondisi ini membuat pemerintah daerah bisa melonggarkan sejumlah kebijakan darurat yang sebelumnya diterapkan.

Dampak Sebelumnya Cukup ParahSelama kabut asap pekat, Pemkot Jambi sempat mengambil langkah tegas. Pembelajaran tatap muka PAUD hingga SMP diliburkan selama 3 hari, 26-28 Agustus 2026 dan dialihkan ke daring.

Kebijakan itu diambil menyusul lonjakan kasus ISPA yang naik 15% menjadi 1.955 kasus dalam sepekan. Selain itu, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha sempat turun hingga 800 meter dan menyebabkan 2 penerbangan dialihkan.

BPBD Kota Jambi juga sudah menyiapkan posko siaga dan status darurat asap.

Imbauan Tetap Waspada Meski kabut asap sudah hilang, pemerintah tetap mengimbau warga untuk waspada. Titik panas / hotspot di wilayah Jambi masih tinggi dengan catatan 432 titik dalam pemantauan harian.

Masyarakat diminta tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar, banyak minum air putih, dan memantau informasi resmi dari BMKG serta BPBD.

Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi sebelumnya mengatakan pihaknya akan terus siaga meski ISPU sudah di bawah 200. 2173