JURNALJAMBI.CO — Maraknya aksi geng motor dan berandalan bermotor yang meresahkan masyarakat di Kota Jambi mendapat perhatian serius dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi. LAM Jambi mendorong dilakukannya patroli bersama oleh aparat, pemerintah, dan masyarakat untuk menekan aksi kenakalan remaja tersebut.
Dorongan ini disampaikan menyusul meningkatnya laporan warga terkait aksi konvoi, tawuran, dan gangguan ketertiban umum yang dilakukan kelompok geng motor, terutama pada malam hari.
Ajak Sinergi Aparat dan Masyarakat
LAM Jambi menilai penanganan geng motor tidak bisa hanya diserahkan kepada kepolisian dan TNI saja. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, RT/RW, hingga orang tua.
“Keamanan dan ketertiban kota adalah tanggung jawab kita bersama. Patroli bersama perlu diintensifkan, terutama di titik-titik rawan dan wilayah perbatasan,” ujar perwakilan LAM Jambi.
Langkah ini sejalan dengan yang sudah dilakukan jajaran kepolisian. *Polresta Jambi bersama Polda Jambi, TNI, dan Pemkot Jambi baru-baru ini menggelar KRYD atau Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan dengan mengerahkan 374 personel gabungan. Patroli skala besar itu menyasar aksi geng motor, balap liar, hingga kejahatan .
Dukungan Kebijakan Pemkot
Pemerintah Kota Jambi juga telah mengambil langkah tegas. Melalui Surat Edaran Nomor 21 Tahun 2025, Pemkot melarang anak di bawah 18 tahun beraktivitas di luar rumah pukul 22.00 WIB hingga 04.30 WIB. Selain itu, konvoi kendaraan bermotor lebih dari dua orang juga dilarang karena rawan menjadi modus aksi geng motor.
Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat. “Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga anak-anak kita dari bahaya geng motor. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Pemkot juga mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di setiap RT dan mengajak sekolah untuk mengawasi perilaku siswa agar tidak terpengaruh ajakan bergabung geng motor.
Penindakan Tegas dan Pembinaan*Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang menyatakan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi kelompok yang melanggar hukum dan mengganggu ketertiban. Remaja yang tertangkap akan diberikan pembinaan, mulai dari surat pernyataan, pemanggilan orang tua, hingga konseling psikolog.
Di tingkat kecamatan, Polsek Sungai Gelam bahkan membentuk Duta Anti Tawuran dan Berandalan Motor dari kalangan remaja untuk melakukan patroli dan memberikan edukasi kepada teman sebaya.
LAM Jambi berharap sinergi ini terus diperkuat. Dengan patroli bersama dan edukasi sejak dini, diharapkan generasi muda Jambi bisa diarahkan ke kegiatan positif dan terhindar dari aksi destruktif.
“Kami mendukung penuh upaya pemerintah dan kepolisian. Mari kita jaga Jambi agar tetap aman, nyaman, dan kondusif untuk semua,” tutup LAM Jambi.












