IHSG Masih Bearish, Terkoreksi 0,6 Persen ke 6.332

Ilustrasi aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia saat IHSG mengalami tekanan di tengah sentimen kebijakan dan ketidakpastian pasar.

JURNALJAMBI.CO – Tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mereda. Pada penutupan sesi I perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, IHSG kembali melemah 0,6 persen ke level 6.332, melanjutkan tren volatil dalam beberapa hari terakhir.

Pergerakan indeks terlihat seperti roller coaster. Sempat menguat hingga 1 persen ke level 6.430 menjelang pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR, IHSG justru berbalik arah dan mengalami tekanan tajam setelah pasar merespons sejumlah kebijakan yang diumumkan.

Salah satu pemicu utama adalah rencana kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas strategis seperti batu bara dan kelapa sawit. Kebijakan ini dinilai berpotensi menekan kinerja emiten sektor tambang, yang langsung direspons dengan aksi jual besar-besaran.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 521 saham melemah, hanya 165 saham menguat, dan 128 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp13,67 triliun dengan volume 27,55 miliar saham, mencerminkan tingginya aktivitas jual di pasar.

Sektor infrastruktur dan barang baku menjadi kontributor utama pelemahan indeks. Saham-saham tambang, khususnya batu bara, kompak terkoreksi dalam. Sentimen negatif juga menjalar ke saham berbasis komoditas lain, termasuk emas.

Namun di tengah tekanan tersebut, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) justru mencatatkan penguatan lebih dari 5 persen, menjadi pengecualian di sektor batu bara.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BREN, TPIA, BRPT, AMMN, dan BYAN menjadi penekan utama IHSG pada sesi perdagangan kali ini.

Selain faktor kebijakan, pelaku pasar juga menanti keputusan penting dari Bank Indonesia yang dijadwalkan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) siang ini. Keputusan suku bunga menjadi krusial di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan stabilitas pasar keuangan.

Kombinasi ketidakpastian kebijakan dan tekanan eksternal membuat IHSG masih berada dalam fase bearish. Tanpa sentimen positif yang kuat, pasar berpotensi melanjutkan volatilitas dalam jangka pendek.