JURNALJAMBI.CO – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto beri peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba mengganggu stabilitas nasional ditengah upaya penanganan bencana.
Saat konferensi pers, ia menegaskan tidak akan memberi toleransi sedikit pun bagi kelompok-kelompok yang berani memprovokasi, atau menghambat kerja pemerintah, dan masyarakat dalam percepatan pemulihan pasca bencana.
Ketegasan ini muncul sebagai respons atas insiden pembubaran aksi sekelompok masyarakat yang mengibarkan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM), di Kota Lhokseumawe, Aceh. Aksi tersebut sebelumnya telah ditertibkan oleh prajurit TNI AD dari Korem 011/Lilawangsa demi menjaga kondusivitas wilayah.
Jenderal Agus menekankan bahwa saat ini fokus utamanya adalah bahu-membahu mengatasi dampak bencana alam. Oleh karena itu, segala bentuk gangguan yang bersifat provokatif akan dihadapi dengan tindakan hukum yang nyata.
”Saya harapkan tidak ada kelompok-kelompok yang memprovokasi, yang mengganggu proses tersebut. Saya akan tindak tegas kalau ada kelompok-kelompok seperti itu,” tegas Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Langkah tegas ini diambil guna memastikan bantuan dan proses rehabilitasi bagi warga terdampak bencana dapat berjalan lancar tanpa hambatan politik maupun gangguan keamanan dari kelompok-kelompok tertentu. Panglima TNI memastikan jajarannya akan terus mengawal proses pemulihan hingga situasi kembali normal dan stabil.












