DPRD  

DPRD Kota Jambi Soroti 40 Kios Aktif di Eks Istana Anak-Anak, Banyak Ruang Masih Kosong

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly bersama anggota Banggar Peninjauan Sejumlah aset daerah yang berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

JURNALJAMBI.CO – Badan Anggaran DPRD Kota Jambi menyoroti masih banyaknya ruang usaha yang belum dimanfaatkan di kawasan eks Istana Anak-Anak. Kondisi tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Jambi dalam mengoptimalkan aset daerah.

Peninjauan dilakukan Banggar DPRD Kota Jambi pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan dipimpin Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly bersama anggota Banggar. Selain eks Istana Anak-Anak, rombongan juga meninjau Sport Hall Kota Jambi, kawasan Pasir Putih, dan Pasar Malioboro.

Di kawasan eks Istana Anak-Anak, Banggar menemukan sejumlah kios di bagian atas bangunan masih kosong. Sementara itu, kios di lantai bawah sudah ditempati dan menjalankan aktivitas usaha.

Saat ini terdapat sekitar 40 kios yang aktif dengan tarif sewa Rp800 ribu per bulan. Dari penyewaan tersebut, pemerintah mendapatkan PAD sekitar Rp32 juta per bulan atau hampir Rp400 juta per tahun.

Kemas Faried menilai pemasukan tersebut masih memiliki peluang untuk ditingkatkan. Menurutnya, potensi ekonomi kawasan akan lebih besar apabila seluruh kios dan ruang yang tersedia dapat dimanfaatkan.

Ia meminta pemerintah daerah menyusun strategi agar aset tersebut lebih menarik bagi pelaku usaha. Pengelolaan juga perlu memperhatikan kebutuhan pasar sehingga tingkat okupansi kios dapat meningkat.

Kemas menegaskan, DPRD Kota Jambi akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan aset daerah. Setiap aset pemerintah diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah.

Hasil peninjauan tersebut selanjutnya diharapkan menjadi bahan evaluasi Pemkot Jambi untuk memperbaiki tata kelola aset.

Optimalisasi kawasan eks Istana Anak-Anak tidak hanya berpotensi meningkatkan PAD, tetapi juga dapat menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan tersebut melalui bertambahnya pelaku usaha dan kegiatan perdagangan.