JURNALJAMBI.CO — Tahtul Yaman, Jambi – Tim pelaksana PPK Ormawa Ath-Thobib 2026 menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan dan public speaking melalui program PRANATA (Pembinaan Remaja, Aksi Nyata, dan Tanggung Jawab) kepada kader remaja pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Aula kantor Lurah Tahtul Yaman, Kota Jambi. Kegiatan ini dirancang untuk membekali dan meningkatkan kapasitas kader remaja agar mampu melanjutkan semua program secara mandiri dan berkelanjutan setelah selesainya pelaksanaan PPK Ormawa Ath-Thobib 2026.
Tim pelaksana menilai bahwa para kader remaja memerlukan dua soft skill utama sebelum terlibat langsung di tengah masyarakat, yaitu kemampuan kepemimpinan (leadership) dan komunikasi (public speaking). Kedua soft skill tersebut menjadi bekal penting bagi kader remaja sebagai penggerak dalam keberlanjutan program.
Sebagai bentuk evaluasi dan pengukuran keberhasilan pelatihan, tim pelaksana terlebih dahulu memberikan pre-test kepada seluruh kader remaja untuk mengukur pemahaman awal mereka. Setelah seluruh rangkaian materi dan praktik selesai, post-test kembali diberikan untuk melihat peningkatan soft skill yang telah diperoleh.
Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri dari Lembaga Dakwah Ath-Thobib sebagai bentuk dukungan nyata organisasi mahasiswa terhadap program pemberdayaan. Ketua Ormawa LD Ath-Thobib 2026, Muhammad Azka Shofwani, membawakan materi kepemimpinan, sementara Ketua Departemen Kajian, Widiya Sabrina, membawakan materi public speaking.
Pada sesi kepemimpinan, para kader remaja yang berusia 15-18 tahun terlihat sangat antusias menyimak, menjawab pertanyaan, dan aktif bertanya pada akhir sesi materi. Hal ini menjadi bukti bahwa mereka memiliki semangat belajar untuk menerima ilmu dan pengetahuan baru meskipun seringkali usia tersebut diasosiasikan dengan masa bermain. Di lapangan, kader remaja Tahtul Yaman justru menunjukkan keinginan tinggi untuk memahami makna dasar kepemimpinan.
Sementara itu, pada materi public speaking, pemateri memberikan ruang kepada kader untuk simulasi berbicara di depan umum. Mereka diberikan tiga tema untuk dipraktekkan kemudian memilih salah satunya untuk disimulasikan. Mereka mengungkapkan bahwasannya kegiatan ini merupakan pelatihan pertama yang mereka ikuti, juga mereka merasa gugup saat pertama kali tampil walau di depan teman seusianya. Keberanian mereka dalam mencoba patut diapresiasi, serta dukungan sosial dari teman-teman, seperti ucapan “kamu bisa” turut mempengaruhi kepercayaan diri dan terbukti mampu mendorong mereka untuk melakukannya dengan baik.
Keberhasilan pelatihan ini, terukur melalui hasil pre-test dan post-test dari 24 kader remaja. Pada aspek kepemimpinan, rata-rata nilai peserta meningkat dari 6,67 menjadi 7,50 atau sebesar 12,4%. Sementara itu, pada aspek public speaking rata-rata melonjak dari 4,67 menjadi 6,25, dengan tingkat pemahaman sebesar 34%. Data ini membuktikan bahwa metode penyampaian materi dan praktik langsung yang diterapkan mampu meningkatkan kapasitas kader secara signifikan.
Penanggung jawab program PRANATA juga menyisipkan tiga sesi ice breaking di sela-sela pelatihan. Kegiatan ini bertujuan membagun solidaritas dan kekompakan antarkader yang berasal dari 12 RT berbeda. Dengan ice breaking, tercipta kelekatan, komunikasi yang lebih baik, serta suasana belajar yang aktif dan partisipatif antara satu sama lain demi terwujudnya kader remaja yang aktif dan mandiri.
Kegiatan pelatihan ditutup dengan sesi refleksi setelah mendapatkan dua materi dari seluruh kader remaja. Melalui program PRANATA, Tim PPK Ormawa Ath-Thobib 2026 berharap terbentuk kader remaja yang memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi efektif, dan kepedulian sosial sehingga mampu menjadi penggerak keberlanjutan program-program pemberdayaan di Kelurahan Tahtul Yaman. Kehadiran kader remaja diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memastikan setiap program yang telah dilaksanakan tetap berjalan secara berkesinambungan.
Nama penulis:nurul maysaroh












