Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil.

JURNALJAMBI.CO – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantah tudingan yang mengaitkan dirinya dengan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret nama mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Bahlil mengaku heran dengan isu yang belakangan beredar tersebut. Ia bahkan menegaskan dirinya juga menjadi korban dugaan penyadapan.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat menghadiri pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Maluku, Sabtu (7/11/2026).

Bahlil menilai narasi yang menghubungkan dirinya dengan dugaan penyadapan sengaja dibangun untuk membentuk persepsi negatif terhadap dirinya.

“Jadi ingin mereka mau membangun persepsi seolah-olah kita ada urusannya dengan penyadapan. Gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan, sementara saya juga disadap?” kata Bahlil.

Ia juga membantah informasi yang menyebut dirinya mengikuti rapat bersama sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut sebelum para jenderal ditangkap.

Bahlil meminta pihak-pihak yang menyebarkan tudingan itu untuk membuka secara terang siapa saja yang menghadiri rapat tersebut.

“Kalau memang ada rapat itu siapa aja, dibuka aja. Karena saya merasa tidak pernah melakukan itu,” ujarnya.

Tak hanya membantah, Bahlil juga mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk mengusut tuntas dugaan penyadapan tersebut sekaligus menelusuri pihak-pihak yang menyebarkan tudingan terhadap dirinya.

“Segera klarifikasi itu dan buktikan, saya minta kepada pihak aparat keamanan, pihak kepolisian untuk diusut tuntas, dibuka aja,” tegasnya.

Bahlil memastikan Partai Golkar mendukung penuh langkah aparat penegak hukum dalam mengungkap persoalan tersebut.

Menurut dia, isu yang menyeret namanya merupakan upaya untuk mengguncang legitimasi Partai Golkar. Ia juga menilai narasi yang berkembang mengarah pada praktik politik pecah belah.

Bahlil bahkan menyebut tudingan tersebut sebagai isu murahan yang tidak memiliki dasar.

“Yang mau bikin macam-macam, macam-macam, macam-macam gitu lho. Abu leke (omong kosong) kelas tinggi lagi ini. Saya sudah tahu orang-orang itu, saya sudah tahu. Kalian pikir saya orang kampung enggak ngerti? Aku paham,” katanya.

Di sisi lain, Bahlil menegaskan dirinya memiliki prinsip loyalitas dalam menjalankan tugas. Ia menyebut kesetiaan kepada pimpinan merupakan bagian dari karakter yang dipegangnya.

Ia pun menegaskan tidak akan menjadi pengkhianat dan akan tetap setia kepada atasannya.