Tabroni Tegaskan : Turnamen Domino ORADO Sarolangun Pakai Dana Pribadi dan Donatur, Tidak Menggunakan Anggaran Pemerintah 

Tabroni, Ketua ORADO Kabupaten Sarolangun

JURNALJAMBI.CO – Turnamen Domino ORADO Piala Bupati Sarolangun dalam rangka memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Sarolangun dan Hari Sumpah Pemuda tahun 2026 yang baru-baru ini sukses dilaksanakan di halaman rumah dinas Bupati Sarolangun, mendapat sorotan negatif dari sejumlah kalangan. Sorotan tersebut dinilai tidak berdasar, yang menuding anggaran yang digunakan panitia pelaksana adalah anggaran dari pemerintah daerah.

Sorotan tersebut dinilai menyesatkan, karena bisa menimbulkan penilaian negatif masyarakat, bahwa turnamen Domino ORADO disebut sebagai kegiatan pemborosan anggaran di tengah efisiensi anggaran pemerintah daerah.

Tudingan tersebut dibantah dengan tegas oleh Tabroni, Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Olahraga Domino (ORADO) Sarolangun. Tabroni menjelaskan bahwa sumber anggaran turnamen Domino itu adalah dari dana pribadinya dan sejumlah donatur yang prinsipnya tidak mengikat.

Terutama doorprize utama berupa sepeda motor listrik, dibeli menggunakan uang pribadi Tabroni selaku Ketua Orado Sarolangun, di momen perdana turnamen ORADO di Kabupaten Sarolangun. Diketahui, Olahraga domino (atau gaple) resmi menjadi cabang olahraga nasional di Indonesia.  Induk organisasi resmi yang menaungi cabang ini adalah Pengurus Besar Olahraga Domino Indonesia (PB ORADO), yang telah dideklarasikan secara nasional pada 7 Januari 2026 di Jakarta.

”Turnamen Domino Orado di Kabupaten Sarolangun tidak memakai uang dari anggaran pemerintah (Negara) sedikitpun. Perlu diketahui, untuk Doorprize Sepeda motor listrik itu pakai uang saya sendiri sebagai Ketua Orado, kenapa? karena saya ingin membesarkan Orado di Kabupaten Sarolangun,” kata Tabroni, Senin 26 Oktober 2026.

Lanjut Tabroni, untuk pembelian hadiah bagi para pemenang juara 1, 2, 3 dan 4 serta sejumlah doorprize lainnya dan biaya konsumsi, anggarannya bersumber dari pengumpulan dana atau patungan dari para anggota, dan para donatur yang prinsipnya tidak mengikat.

Suasana turnamen Domino Orado Sarolangun di halaman rumah dinas Bupati Sarolangun

Begitu pula tenda besar yang digunakan untuk arena turnamen, dipinjam dari Bataliyon Infantri (Yonif) 896/TP Serumpun Pseko, yang semuanya punya niat yang sama membesarkan olahraga domino di Sarolangun.

Tabroni sangat berterima kasih atas support dari TNI maupun aparat kepolisian Polres Sarolangun yang turut serta berkontribusi dalam mendukung turnamen Domino Orado Sarolangun.

”Untuk hadiah-hadiah, kami patungan, boleh dicek, saya juga mengeluarkan uang pribadi, krena saya ingin membesarkan ORADO di Sarolangun,” ujarnya.

Tabroni juga mengungkapkan, turnamen Domino Orado Sarolangun tidak ada memakai dana hibah dari KONI Sarolangun, karena Orado masih cabor baru, belum ada anggaran cabor.

Turnamen Domino ORADO Piala Bupati Sarolangun tersebut berlangsung selama tiga hari, sejak tanggal 23 hingga 25 Oktober 2026, diikuti oleh 128 peserta, dengan filosofi “Satu Meja, Satu Persaudaraan untuk Sarolangun Maju”, gratis bagi seluruh masyarakat Sarolangun yang berminat dan punya hobi olahraga domino.

Tabroni menyebut, kegiatan turnamen Domino ORADO ini juga dapat meningkatkan hubungan silaturrahmi dengan sesama Forkopimda, saling bertukar informasi, saran, pendapat maupun masukan terkait isu strategis daerah, salah satunya mengenai Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) maupun dampak kabut asap.