JURNALJAMBI .CO — Tumpukan limbah pertanian di pedesaan kerap kali menjadi persoalan tersendiri bagi lingkungan sekitar. Namun, hal tersebut berhasil disulap menjadi sebuah peluang emas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi tahun 2026 yang mengabdi di Desa Kunangan, Kabupaten Muaro Jambi.
Melalui program kerja inovatif, para mahasiswa sukses mengolah limbah buah dan kulit pinang yang melimpah di wilayah tersebut menjadi produk bernilai guna tinggi, yakni Briket Arang Limbah Pinang.
Solusi Energi Alternatif yang Ramah Lingkungan
Di tengah tantangan krisis energi dan kebutuhan bahan bakar yang kian meningkat, briket buatan mahasiswa KKN UIN STS Jambi ini hadir sebagai solusi energi alternatif yang bersih. Mengusung konsep
pemanfaatan limbah demi terciptanya bumi yang lebih asri, produk ini dirancang 100% dari bahan alami tanpa tambahan zat kimia berbahaya.
Briket limbah pinang ini memiliki berbagai keunggulan kompetitif jika dibandingkan dengan arang konvensional pada umumnya, antara lain:
1. Panas Tinggi & Stabil: Menghasilkan sumber panas yang lebih awet, merata, dan tahan lama untuk berbagai kebutuhan.
2. Asap Minim: Jauh lebih bersih dan sehat saat digunakan tanpa menimbulkan polusi asap pekat.
3. Ekonomis & Efisien: Menawarkan harga yang terjangkau dengan kualitas mutu yang tetap terjaga.
Tidak hanya berfokus pada aspek pelestarian lingkungan, program ini juga diorientasikan sebagai langkah strategis untuk membangkitkan kemandirian ekonomi warga Desa Kunangan. Keterampilan pengolahan limbah pinang ini diharapkan mampu diadopsi oleh masyarakat sebagai peluang usaha baru yang menjanjikan, baik untuk skala rumah tangga maupun produksi massal skala kecil hingga besar.
“Kami ingin kehadiran kami di tengah masyarakat Desa Kunangan dapat memberikan jejak yang nyata dan berkelanjutan. Melalui inovasi briket limbah pinang ini, warga diharapkan memiliki keterampilan mandiri yang bernilai ekonomis tinggi sekaligus turut menjaga kelestarian lingkungan,”
Penulis : lia Apriani












