Harga Emas Antam Turun ke Level Terendah Sejak Januari 2026, Kini Rp2,80 Juta per Gram

Harga emas Antam 1 gram pada Senin (30/3/2026) turun Rp30.000 menjadi Rp2,80 juta per gram.

JURNALJAMBI.CO – Harga emas batangan produksi Antam kembali mengalami penurunan pada perdagangan hari ini. Bahkan, harga logam mulia tersebut kini menyentuh level terendah sejak Januari 2026.

Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas Antam 1 gram pada Senin (30/3/2026) turun Rp30.000 menjadi Rp2,80 juta per gram. Penurunan ini terjadi merata di seluruh ukuran atau gramasi.

Untuk ukuran terkecil, emas Antam 0,5 gram kini dibanderol Rp1,45 juta, turun Rp15.000. Sementara itu, emas 2 gram turun Rp60.000 menjadi Rp5,55 juta, dan 3 gram turun Rp90.000 ke level Rp8,30 juta.

Penurunan juga terjadi pada ukuran lebih besar. Emas Antam 5 gram kini dijual Rp13,81 juta atau turun Rp150.000. Sedangkan 10 gram turun Rp300.000 menjadi Rp27,56 juta.

Untuk ukuran jumbo, penurunan harga terlihat semakin signifikan. Emas Antam 25 gram kini dibanderol Rp68,78 juta, turun Rp750.000.

Adapun emas 100 gram mengalami penurunan hingga Rp3 juta menjadi Rp274,91 juta. Bahkan, untuk ukuran 1.000 gram (1 kg), harga emas turun Rp30 juta dari sebelumnya Rp2,77 miliar menjadi Rp2,74 miliar.

Selain harga jual, harga buyback atau pembelian kembali juga ikut melemah. Saat ini, harga buyback turun Rp36.000 menjadi Rp2,42 juta per gram.

Dalam transaksi emas, pemerintah tetap mengenakan pajak sesuai aturan yang berlaku. Mengacu pada PMK No. 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar:

  • 1,5% bagi pemilik NPWP
  • 3% untuk non-NPWP

Sementara itu, pembelian emas juga dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% (NPWP) dan 0,9% (non-NPWP). Pajak tersebut langsung dipotong dalam setiap transaksi.

Penurunan harga emas ini terjadi di tengah dinamika pasar global, termasuk gejolak geopolitik dan fluktuasi harga energi. Kondisi tersebut turut memengaruhi pergerakan harga komoditas, termasuk emas yang dikenal sebagai aset safe haven.

Meski demikian, tren penurunan harga ini bisa menjadi peluang bagi investor untuk mulai mengoleksi emas di harga yang lebih rendah, terutama menjelang ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.

Penulis: Lisa