Transformasi Digital PTPN Berbuah Manis, PalmCo Catat Kinerja Terbaik Sepanjang 2025

PTPN IV PalmCo kini menjadi rumah bagi 69.455 tenaga kerja dari berbagai latar belakang suku dan budaya.

JURNALJAMBI.CO – Transformasi besar yang dijalankan PTPN III (Persero) menuju perusahaan agribisnis modern berbasis teknologi mulai menunjukkan hasil nyata. Sepanjang 2025, PTPN IV PalmCo tampil sebagai entitas dengan pertumbuhan tercepat sekaligus mencatatkan kinerja terbaik di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara.

Capaian tersebut terungkap dalam pemaparan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 yang berada di bawah naungan Danantara Indonesia.

Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, secara khusus menyoroti performa PalmCo yang dinilai paling menonjol dibandingkan entitas lainnya.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengungkapkan bahwa lonjakan kinerja tidak didorong oleh strategi yang rumit, melainkan konsistensi dalam menjalankan prinsip dasar perusahaan.

Menurutnya, terdapat tiga pilar utama yang menjadi fondasi transformasi, yakni:

  • Integritas dan kejujuran
  • Kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP)
  • Menempatkan prestasi di atas prestise

“Kuncinya justru kembali ke hal-hal fundamental. Kami menekankan disiplin dan kejujuran dalam setiap lini organisasi,” ujarnya.

Jatmiko menegaskan pentingnya data lapangan yang riil sebagai dasar pengambilan keputusan. Dengan laporan yang transparan dan akurat, perusahaan dapat merumuskan strategi yang tepat sasaran.

“Kita harus berpijak pada kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar laporan administratif,” tegasnya.

Transformasi PalmCo juga ditandai dengan perubahan orientasi bisnis. Jika sebelumnya fokus pada volume produksi, kini perusahaan lebih menitikberatkan pada profitabilitas yang berkelanjutan.

Pendekatan ini diterapkan melalui disiplin operasional di tingkat kebun, termasuk penerapan best management practices dan pengendalian standar matang panen untuk memastikan kualitas tandan buah segar (TBS) optimal.

Langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan rendemen minyak sawit (CPO), sekaligus memperkuat efisiensi dan daya saing perusahaan di industri.

Selain operasional, PalmCo juga memperketat pengelolaan anggaran dengan pendekatan berbasis efektivitas biaya. Setiap pengeluaran diukur berdasarkan kontribusinya terhadap laba per hektare.

Di sisi organisasi, perusahaan mendorong budaya kerja kolaboratif dengan menghilangkan sekat antarunit pascakonsolidasi PTPN Group.

“Kinerja individu penting, tetapi kekuatan utama ada pada kolaborasi tim,” jelas Jatmiko.

Meski berhasil mencatatkan kinerja terbaik sepanjang 2025, manajemen menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah tujuan akhir.

“Prestasi adalah pijakan, bukan garis akhir. Jika kita terus bekerja dengan benar, nilai dan reputasi akan mengikuti,” tutupnya.

Penulis: Lisa