Rupiah Babak Belur, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Dimaki Warganet di TikTok

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

JURNALJAMBI.CO – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan dirinya mendapat serangan komentar pedas dari warganet di media sosial TikTok terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Curahan tersebut disampaikan Purbaya saat konferensi pers laporan APBN KiTa periode Februari 2026 di Jakarta, Rabu (11/3/2026). Ia mengaku kerap menerima komentar bernada kritik hingga makian dari pengguna TikTok yang menilai pemerintah tidak mampu menjaga stabilitas rupiah.

“Di TikTok saya dimaki-maki orang, katanya ‘Hei Pak Purbaya, menteri keuangan, kerjanya apa aja lu, tuh rupiah lihatin’,” ujar Purbaya.

Meski demikian, Purbaya menegaskan pelemahan rupiah yang terjadi saat ini masih dalam batas wajar dan dipengaruhi oleh tekanan global, terutama menguatnya dolar Amerika Serikat di pasar internasional.

Menurutnya, kondisi rupiah sebenarnya masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang negara lain.

Ia menjelaskan sejak meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, rupiah tercatat hanya melemah sekitar 0,3 persen.

Sebagai perbandingan, beberapa mata uang lain justru mengalami pelemahan lebih dalam, seperti:

  • Ringgit Malaysia melemah sekitar 0,5 persen
  • Euro melemah 0,6 persen
  • Dolar Australia turun 0,9 persen
  • Real Brasil melemah 1,2 persen
  • Peso Filipina 1,4 persen
  • Peso Argentina 1,5 persen
  • Baht Thailand sekitar 1,6 persen

Purbaya menilai masyarakat tidak seharusnya hanya melihat level kurs rupiah semata, tetapi juga mempertimbangkan besarnya tekanan yang dialami dibandingkan mata uang negara lain.

“Bukan hanya lihat levelnya saja, tapi lihat juga seberapa besar pelemahannya dibanding negara lain,” jelasnya.

Ia menegaskan stabilitas rupiah saat ini menunjukkan bahwa kebijakan fiskal dan moneter Indonesia masih dinilai cukup kuat oleh pasar global.

“Artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik serta fondasi ekonomi yang kuat,” katanya.

Penulis: LisaEditor: andre