JURNALJAMBI.CO – Kondisi depo sampah di Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, menuai sorotan tajam dari DPRD Kota Jambi. Tumpukan sampah yang menggunung hingga meluber ke badan jalan dinilai mencerminkan lemahnya pengelolaan lingkungan.
Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, bersama Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Umar Faruk, turun langsung meninjau lokasi pada Sabtu (7/3/2026) setelah menerima banyak keluhan dari warga.
Di lokasi, kondisi depo terlihat memprihatinkan. Sampah menumpuk tinggi, berserakan di sekitar area, bahkan meluber hingga ke jalan. Bau menyengat yang ditimbulkan membuat warga sekitar merasa tidak nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, Kemas Faried Alfarelly langsung meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi (DLH) segera mengambil tindakan cepat.
“Saya sudah instruksikan DLH Kota Jambi untuk segera mengurai tumpukan sampah di sini. Jangan sampai warga dipaksa hidup di tengah bau busuk akibat keterlambatan pengangkutan,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup.
Sementara itu, Umar Faruk menilai kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa sistem pengangkutan sampah tidak berjalan optimal.
“Ini terlihat seperti sudah lama tidak diangkut. Kondisi seperti ini jelas tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.
DPRD Kota Jambi menegaskan akan terus mengawasi kinerja instansi terkait dan mendorong perbaikan sistem pengelolaan sampah agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain itu, DPRD juga mendesak DLH segera membersihkan tumpukan sampah di depo Olak Kemang serta memperbaiki sistem pengangkutan agar lebih disiplin dan terjadwal.
Jika tidak segera ditangani, persoalan ini dikhawatirkan tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berdampak pada kesehatan serta citra pengelolaan lingkungan Kota Jambi secara keseluruhan.













