JURNALJAMBI.CO – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional IV Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Jambi. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PTPN IV Regional IV memberikan pendampingan administrasi kepada UMKM pandai besi di Desa Koto Padang, Kota Sungai Penuh.
Sekretaris Perusahaan PTPN IV Regional IV Jambi, Hariman Siregar, mengatakan bahwa pendampingan tersebut difokuskan pada pemenuhan kelengkapan administrasi koperasi agar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Saat ini para pandai besi di Koto Padang bernaung di bawah Koperasi DLN. Kami membantu sekaligus memberikan edukasi terkait kelengkapan administrasi koperasi, mulai dari materi hingga pendampingan pengurusan dokumen,” ujar Hariman, Rabu (11/1/2026).

Ia menjelaskan, kelengkapan administrasi yang didampingi meliputi pembuatan akta pendirian koperasi, pengurusan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Nomor Induk Berusaha (NIB), serta dokumen pendukung lainnya. Legalitas tersebut dinilai penting agar aktivitas usaha pandai besi memiliki pengakuan hukum dan memudahkan akses pembiayaan.
“Dengan legalitas yang lengkap, UMKM pandai besi dapat menjalankan usaha secara lebih profesional serta memiliki dasar hukum yang kuat, termasuk dalam mengakses permodalan,” kata Hariman.
Selain pendampingan administrasi, PTPN IV Regional IV Jambi juga membantu perlindungan hak kekayaan intelektual para perajin pandai besi. Para pelaku UMKM tersebut telah difasilitasi untuk mendaftarkan hasil karya mereka ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM.
“Kami sudah membawa para pelaku UMKM pandai besi ke DJKI untuk mendaftarkan dan memperoleh sertifikat hak cipta. Dengan demikian, karya mereka terlindungi dan tidak mudah ditiru atau dipalsukan pihak lain,” ujar Hariman.
Sebelumnya, PTPN IV Regional IV Jambi juga mengajak para pandai besi Koto Padang melakukan studi banding ke Provinsi Riau. Kegiatan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan PTPN IV Regional III, yang memiliki UMKM pandai besi yang telah berkembang menjadi usaha berskala besar.
“Melalui studi banding ini, para pandai besi Sungai Penuh dapat berbagi pengalaman, belajar manajemen usaha, serta melihat langsung praktik terbaik dalam pengembangan usaha,” kata Hariman.
PTPN IV Regional IV berharap pendampingan tersebut dapat mendorong UMKM pandai besi di Sungai Penuh untuk naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.













