JURNALJAMBI.CO – Maria Magdalena menegaskan bahwa politik bukan sekadar jabatan, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pernyataan itu disampaikannya setelah menjalani empat periode sebagai anggota DPRD Kota Jambi sejak 2009 hingga 2029.
Politisi perempuan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengaku baru benar-benar memahami makna politik sebagai kerja kemanusiaan setelah melalui proses panjang sebagai wakil rakyat.
“Menjadi anggota dewan bukan hanya soal rapat dan regulasi, tapi bagaimana benar-benar hadir untuk masyarakat,” ujarnya.
Selama empat periode berturut-turut, Maria Magdalena dipercaya masyarakat untuk duduk di DPRD Kota Jambi, yakni periode 2009–2014, 2014–2019, 2019–2024, dan 2024–2029.
Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Jambi dan anggota Komisi IV yang membidangi pendidikan dan kesehatan. Dua sektor ini menjadi fokus utama perjuangannya.
Di Kota Jambi, Maria dikenal aktif memperjuangkan pembangunan infrastruktur lingkungan melalui dana pokok pikiran (pokir), serta konsisten mengawal isu pendidikan, layanan kesehatan, dan bantuan sosial bagi masyarakat.
Tak hanya di parlemen, Maria juga aktif membantu mahasiswa perantauan di Kota Jambi, termasuk mencarikan solusi hingga membuka akses pekerjaan bagi lulusan sarjana.
Ia juga berperan dalam pembinaan olahraga sebagai Ketua Muaythai Kota Jambi, menunjukkan komitmennya dalam mendukung generasi muda.
Dalam isu nasional, Maria Magdalena menegaskan sikap PDIP yang menolak wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Menurutnya, hal tersebut bertentangan dengan prinsip demokrasi.
Penolakan itu merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan bahwa Pilkada harus dilakukan secara langsung oleh rakyat.
Ia juga mengutip sikap Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang menilai penolakan tersebut sebagai sikap ideologis dan konstitusional.
Maria menyebut PDIP memilih posisi sebagai “penyeimbang” dalam pemerintahan, bukan oposisi. Dalam sistem presidensial Indonesia, menurutnya, tidak dikenal istilah oposisi seperti dalam sistem parlementer.
“PDIP akan mendukung kebijakan yang baik dan mengkritik yang tidak berpihak pada rakyat,” tegasnya.
Dengan pengalaman panjang dan rekam jejak yang kuat, Maria Magdalena kini disebut-sebut sebagai salah satu kandidat potensial Ketua DPRD Kota Jambi periode 2024–2029.
Kiprahnya selama empat periode dinilai menjadi modal besar dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat dan memperkuat peran perempuan di dunia politik daerah.












