JURNALJAMBI.CO – Anggota Komisi XII DPR RI Drs. H. Cek Endra mendampingi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam rangka bimbingan teknis (Bimtek) dan sosialisasi pola penanganan sampah menjadi bernilai ekonomi berbasis masyarakat, Rabu 28 Oktober 2026 di kantor Camat Mandiangin Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi.
Kegiatan bertajuk Bimtek dan Sosialisasi Pengurangan Sampah dan Pembinaan Kelompok Masyarakat di Kabupaten Sarolangun berkolaborasi dengan KLH/Badan Pengendali Lingkungan Hidup RI, Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya (PSLB3) KLH RI. 
Hadir dalam bimtek dan sosialisasi, Raden Susanto dari KLH (Narasumber), Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, Tenaga Ahli (TA) DPR RI Pahrul Rozi, Anggota DPRD Sarolangun Cik Marleni, TA DPR RI Muhammad Khalid Syailendra, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sarolangun, Camat Mandiangin, Angga Wira Putra, Para Kades, Tokoh Masyarakat dan tamu undangan..
Hingga Oktober tahun ini, Cek Endra telah berkeliling Provinsi Jambi melakukan sosialisasi tentang masalah dan penanganan sampah dari Kota Jambi, hingga ke Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat.
Menurut Cek Endra, apabila sampah dibiarkan akan menimbulkan kerusakan lingkungan yang luas, ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, serta risiko bencana alam.
“Masalah sampah adalah masalah kesehatan, kalau dibiarkan, sampah akan menggangu kesehatan, bahaya sampah sangat luar biasa, dapat menimbulkan kerusakan lingkungan yang luas, ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, serta risiko bencana alam,” kata Cek Endra. 
Dalam penjelasannya, Cek Endra menyebut, dibanding sampah pabrik dan sampah pasar, lebih banyak sampah rumah tangga. Dengan pola penanganan sampah menjadi bernilai Elekonomi, cara sederhananya adalah dengan memisahkan sampah organik dan non organik.
“Sosialisasi ini agar masyarakat mencintai lingkungan, dimulai dari memisahkan sampah rumah tangga. Sampah yang paling berbahaya adalah sampah B3, tidak boleh dibuang, dan dibutuhkan pengolahan khusus,” ujarnya.
Dalam hal ini, pemerintah juga harus memikirkan permasalahan sampah, setiap kecamatan harus mempunyai tempat pembuangan sampah, dimulai dari pemisahan kaleng, kardus dan lainnya sehingga ada nilai ekonominya, Dalam rangkaian Bimtek dan Sosialisasi ini Cek Endra juga menyerahkan bantuan kendaraan roda tiga dari KLH. Cek Endra mengimbau bagi masyarakat yang mau amper listrik gratis, silakan mendaftarkan diri.
Cek Endra berharap, dengan bimtek dan sosialisasi ini, dengan kesadaran masyarakat dengan menyebarkan informasi tentang pengolahan sampah, wilayah kita bebas dari sampah sehingga ke depannya tidak meninggalkan warisan sampah.
“Mudah-mudahan, dengan sosialisasi ini dan dengan kesadaran kita, dengan menyebarkan informasi tentang pengolahan sampah, wilayah kecamatan kita bebas dari sampah, sehingga ke depannya kita tidak meninggalkan warisan sampah,” harap Cek Endra.
“Semoga sosialisasi ini bermanfaat, dengan Bismillah, Bimtek dan Sosialisasi Pengurangan Sampah dan Pembinaan Kelompok Masyarakat di Kabupaten Sarolangun, saya buka,” ucap Cek Endra.
Pemateri Bimtek dan Sosialisasi dari KLH, Raden Susanto memaparkan materi dimulai dari pengertian sampah, dari sampah rumah tangga hingga sampah B3, yang semuanya mempunyai nilai ekonomi. 
“Semua sampah itu mempunyai nilai ekonomis. Limbah B3, pengelolaannya khusus karena mengandung zat-zat yang berbahaya, penghasil sampah B3 adalah limbah industri, seperti industri kertas, oli bekas dari rumah tangga dan lampu neon yang mengandung mercury,” kata pemateri Raden Susanto.
Pemateri menekankan bahwa persoalan sampah perlu sosialisasi dan bimtek, serta pentingnya regulasi pengelolaan sampah dengan prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan. 
“Sampah juga bisa diolah menjadi energi, seperti di beberapa wilayah di Jawa, untuk mendukung gerakan ini perlu adanya penilaian seperti penilaian dan diapresiasi dengan Piala Adipura,” ujar Raden Susanto.
Dalam pemaparan materi yang cukup padat tersebut, para peserta bimtek dan sosialisasi mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru, diantaranya tentang paradigma pengelolaan sampah, yaitu pendekatan lama dan pendekatan baru.
Dalam pendekatan baru, dikenal dengan Penerapan Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), yaitu edukasi pengurangan timbulan sampah dari sumbernya (rumah tangga, pasar, dan kawasan komersial).
Pembiasaan pemilahan sampah menjadi beberapa kategori: organik (mudah terurai), anorganik (didaur ulang lewat bank sampah), serta B3 dan residu.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Sarolangun Gerry Trisatwika mengatakan Pemerintah Kabupaten Sarolangun sangat mendukung kegiatan Bimtek dan sosialisasi ini. Ia berharap dengan sosialisasi ini dapat mengatasi permasalahan-permasalahan sampah di wilayah kecamatan dan di Kabupaten Sarolangun secara luas. 
“Terimakasih kepada Bapak Cek Endra, kita berharap banyak program-program pusat yang dibawa ke Kabupaten Sarolangun, dan kita sudah merasakan, Bapak Cek Endra telah banyak membantu masyarakat Sarolangun,” ujar Wabup Gerry Trisatwika.
Pantauan media ini, kegiatan bimtek dan sosialisasi ini berlangsung dengan tanya-jawab peserta dengan narasumber, para peserta terlihat secara interaktif bertanya tentang materi. Kegiatan bimtek dan sosialisasi berlangsung lancar dan sukses.












