Hujan deras guyur kota Jambi kualitas udara mulai membaik meski masih tidak sehat 

Kalau masih menyentuh angka di atas 200, maka masih daring

JURNALJAMBI.CO — Kabar baik untuk warga Kota Jambi. Setelah berminggu-minggu diselimuti kabut asap pekat akibat karhutla, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat akhirnya mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Jambi, Rabu (24/9/2026) pagi hingga siang.

Guyuran hujan ini langsung berdampak pada kualitas udara. Pantauan IQAir dan AQMS Provinsi Jambi pagi ini menunjukkan angka AQI Jambi mulai turun di kisaran 136 – 176 atau kategori Tidak Sehat bagi kelompok sensitif.

Padahal sebelumnya, kualitas udara di Kota Jambi sempat menyentuh angka 267 hingga 283 alias kategori Sangat Tidak Sehat, bahkan Berbahaya. Kondisi itu yang memaksa Pemkot Jambi memberlakukan PJJ untuk PAUD hingga SMP.

“Alhamdulillah hujan akhirnya turun. Sudah lama sekali kami harus beraktivitas di tengah kabut asap yang perih di mata dan bikin sesak,” ujar Husni, warga Tebo yang juga merasakan dampak hujan ini.

Meski sudah diguyur hujan, masyarakat diminta jangan lengah. Data terbaru masih menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Jambi 10 kali lipat dari batas aman WHO.

Walikota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M tetap mengimbau warga untuk memakai masker saat beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan outdoor yang tidak perlu.

“Kalau masih menyentuh angka di atas 200, maka masih daring. Kalau sudah konstan di bawah 200 sampai 100, anak-anak kecil saja yang kita lindungi. Tapi kalau sudah di bawah 100, pendidikan akan kita aktifkan kembali,” tegas Maulana.

Hujan ini juga diharapkan bisa memadamkan sisa-sisa titik api karhutla yang tersebar di Muaro Jambi, Batanghari dan Tebo. BMKG memprediksi hujan masih akan terjadi beberapa hari ke depan