Iran Sebut Blokade AS di Selat Hormuz Sama dengan Pembajakan

ILUSTRASI: Selat hormuz menjadi incaran AS

JURNALJAMBI.CO – Angkatan Bersenjata Iran menegaskan bahwa setiap upaya pembatasan atau blokade yang dilakukan Amerika Serikat di wilayah perairan internasional, khususnya di Selat Hormuz, merupakan tindakan ilegal yang setara dengan pembajakan.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran menyebut, kebijakan tersebut tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga dapat memicu ketegangan baru di kawasan Teluk yang selama ini menjadi jalur strategis perdagangan energi dunia.

“Pembatasan terhadap kapal di perairan internasional adalah tindakan ilegal dan sama dengan pembajakan,” ujar pejabat militer Iran dalam pernyataannya, Senin (13/4/2026).

Iran juga menegaskan akan menerapkan mekanisme pengendalian secara tegas di Selat Hormuz jika ancaman blokade dari Amerika Serikat benar-benar diberlakukan. Pemerintah Iran menyebut semua pelabuhan di kawasan Teluk harus tetap dapat diakses secara bebas oleh seluruh negara.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran setelah sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan mendorong langkah blokade Selat Hormuz menyusul kegagalan negosiasi damai antara kedua negara.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi global, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melewati kawasan tersebut. Gangguan di wilayah ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak dan memperburuk stabilitas pasar energi internasional.

Analis menilai, jika eskalasi terus berlanjut, dampaknya tidak hanya terbatas pada konflik politik, tetapi juga dapat mengguncang perekonomian global akibat terganggunya rantai pasok energi.

Penulis: Apriyanto