Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Dikabarkan Kritis

Mojtaba Khamenei

JURNALJAMBI.CO – Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan mengalami cedera serius hingga kritis setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Sejumlah laporan menyebutkan Mojtaba telah mengalami luka sejak hari pertama serangan pada 28 Februari 2026. Ia dilaporkan mengalami patah kaki, memar di bagian mata kiri, serta luka robek di wajah.

Laporan dari media internasional juga menyebut kondisi Mojtaba sempat memburuk hingga kritis dan menjalani perawatan di Kota Qom. Informasi tersebut berasal dari sumber intelijen yang dikutip dalam laporan diplomatik.

Namun, informasi mengenai kondisi kesehatan Mojtaba masih simpang siur. Sejumlah pejabat Iran membantah kabar bahwa ia berada dalam kondisi kritis atau koma.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa Mojtaba masih menjalankan tugasnya sebagai pemimpin tertinggi negara. Pernyataan resmi bahkan sempat disampaikan kepada publik melalui media pemerintah.

Sementara itu, pejabat dari Amerika Serikat juga memberikan indikasi bahwa Mojtaba kemungkinan mengalami luka, meski tidak ada konfirmasi detail mengenai tingkat keparahannya.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga menyebut Mojtaba diduga terluka, namun masih hidup.

Mojtaba Khamenei sendiri terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan sebelumnya.

Sejak konflik meningkat, Mojtaba belum pernah tampil langsung di hadapan publik. Ia hanya menyampaikan pernyataan melalui media resmi dan kanal digital.

Dalam salah satu pernyataannya, Mojtaba menegaskan Iran akan melakukan balasan atas serangan yang terjadi.

“Kami akan membalas darah para martir kami,” demikian pernyataan yang disampaikan melalui siaran resmi.