AS Blokade Iran, 2 Kapal Tanker Dipaksa Putar Balik di Teluk Oman

Blokade Iran Dimulai, Kapal Perang AS Hadang Tanker Minyak di Teluk Oman

JURNALJAMBI.CO – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin memanas setelah Amerika Serikat resmi memberlakukan blokade terhadap Iran. Langkah ini langsung berdampak pada lalu lintas energi global, termasuk pergerakan kapal tanker di kawasan Teluk Oman.

Seorang pejabat AS mengungkapkan, dua kapal tanker minyak yang berangkat dari pelabuhan Chabahar terpaksa memutar balik setelah dicegat kapal perang Amerika melalui komunikasi radio.

Intersepsi tersebut dilakukan sehari setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan blokade sebagai bagian dari tekanan terhadap Iran.

Blokade ini bertujuan memaksa Iran membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Washington berharap tekanan ini membuat Teheran bersedia memenuhi syarat penghentian konflik, termasuk membuka akses pelayaran internasional yang sebelumnya terganggu akibat eskalasi militer sejak akhir Februari 2026.

Meski demikian, efektivitas langkah ini masih menjadi tanda tanya. Sejumlah analis menilai, pengawasan terhadap kapal tanker yang membawa minyak Iran tidak sepenuhnya dapat dipantau.

Menurut pejabat militer AS, dua tanker tersebut merupakan bagian dari enam kapal niaga yang sebelumnya telah diperintahkan untuk kembali ke pelabuhan asal.

United States Central Command (CENTCOM) menyatakan, sejak blokade diberlakukan, belum ada kapal yang berhasil melewati jalur tersebut menuju atau keluar dari Iran.

Operasi ini melibatkan lebih dari 10.000 personel militer, belasan kapal perang, serta dukungan puluhan pesawat tempur.

Dampak blokade langsung terasa di pasar global. Harga minyak dunia sempat melonjak hingga menembus 100 dolar AS per barel sebelum kembali turun seiring munculnya harapan negosiasi lanjutan antara kedua pihak.

Meski begitu, ketidakpastian masih membayangi pasar energi global, mengingat posisi strategis Selat Hormuz dalam rantai pasok minyak dunia.

Di sisi lain, militer AS menegaskan tetap menjamin kebebasan navigasi internasional, selama kapal tidak terkait dengan aktivitas ekspor atau impor minyak dari Iran.

Penulis: Lisa