JURNALJAMBI.CO – Kasus predator seksual Jeffrey Epstein kembali mengguncang dunia internasional setelah Kementerian Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen terbaru terkait jaringan dan relasi Epstein. Dalam berkas tersebut, sederet tokoh dunia, mulai dari pejabat tinggi negara hingga anggota keluarga kerajaan, ikut disebut-sebut.
Departemen Kehakiman AS mengungkap sekitar 3,5 juta dokumen, termasuk korespondensi email, foto, hingga video, pada Jumat (30/1). Nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump tercatat muncul ribuan kali dalam arsip tersebut, meski sebagian besar merujuk pada artikel berita dan dokumen rujukan.
Selain Trump, sejumlah tokoh dunia lainnya juga ikut terseret, memicu kegaduhan politik dan sorotan publik di berbagai negara.
Putri Mahkota Norwegia
Nama Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit disebut lebih dari 1.000 kali dalam dokumen terbaru tersebut. Arsip korespondensi periode 2011–2014 mengungkap hubungan pertemanan antara Mette-Marit dan Epstein.
Menyusul terungkapnya nama tersebut, Mette-Marit secara terbuka menyampaikan permintaan maaf dan menyebut relasinya dengan Epstein sebagai sesuatu yang “memalukan”. Istana Norwegia menyatakan Mette-Marit memutus kontak dengan Epstein pada 2014 karena merasa dimanfaatkan.
Penasihat Keamanan Slovakia
Nama Miroslav Lajcak, penasihat keamanan nasional Slovakia, juga muncul dalam dokumen Epstein terbaru. Ia akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya setelah diketahui pernah bertukar pesan teks dengan Epstein pada 2018.
Perdana Menteri Slovakia Robert Fico mengumumkan pengunduran diri tersebut pada Minggu, seraya menyebut Lajcak membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Ketua Olimpiade Los Angeles 2028
Ketua panitia Olimpiade Los Angeles 2028, Casey Wasserman, turut menyampaikan permintaan maaf setelah email lama bernada genit antara dirinya dan Ghislaine Maxwell muncul dalam arsip.
Wasserman menegaskan tidak pernah memiliki hubungan pribadi maupun bisnis dengan Epstein dan menyatakan penyesalan atas keterkaitan tersebut.
Eks Duta Besar Inggris untuk AS
Nama Peter Mandelson, mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, kembali mencuat dalam dokumen Epstein terbaru. Catatan perbankan menunjukkan Epstein pernah mentransfer dana ke rekening yang terkait dengan Mandelson pada 2003–2004.
Mandelson membantah memiliki ingatan atas transaksi tersebut dan memilih mundur dari Partai Buruh Inggris untuk menghindari dampak politik lebih lanjut.
Trump hingga Tokoh Dunia Lainnya
Selain tokoh-tokoh di atas, dokumen Epstein juga memuat nama-nama besar lain seperti Elon Musk, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak, miliarder Richard Branson, hingga eks Pangeran Inggris Andrew Windsor.
Meski demikian, otoritas AS menegaskan bahwa penyebutan nama dalam dokumen tidak serta-merta berarti keterlibatan pidana. Sejumlah tuduhan, termasuk yang diarahkan kepada Trump, disebut belum terverifikasi dan telah dibantah pihak terkait.
Rilis dokumen ini diperkirakan masih akan memicu polemik global, mengingat skala arsip yang sangat besar dan proses verifikasi yang masih berlangsung.












