JURNALJAMBI.CO – Sepak bola selalu menyimpan ruang bagi drama, dan final Gubernur Cup 2026 di Stadion Swarna Bhumi menjadi panggungnya. Kota Jambi akhirnya menuntaskan perjuangan panjang dengan keluar sebagai juara setelah menundukkan Merangin lewat adu penalti 5-4, dalam laga yang tak hanya menguji teknik, tetapi juga ketenangan dan kendali emosi.
Pertandingan berjalan ketat sejak peluit awal. Kedua tim tampil disiplin, saling menekan, dan berbagi peluang. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir. Namun, ketegangan memuncak di menit-menit akhir babak kedua, ketika sebuah keputusan wasit memicu protes keras dan berujung pada kericuhan di lapangan.
Di tengah situasi yang nyaris tak terkendali, Gubernur Jambi Al Haris turun langsung ke lapangan. Ia berdiri di antara para pemain, meminta emosi ditahan dan pertandingan diselesaikan dengan kepala dingin.
“Sepak bola harus menjadi ruang prestasi dan persaudaraan. Saya minta semua pihak menahan diri dan menghormati pertandingan ini,” ujar Al Haris.
Untuk mencegah ketegangan menjalar ke tribun, Al Haris juga meminta Bupati Merangin dan Wali Kota Jambi Maulana menenangkan suporter masing-masing. Imbauan itu perlahan meredam suasana, memberi kesempatan laga dituntaskan secara bermartabat.
Setelah melalui mediasi, wasit memutuskan pertandingan langsung ditentukan lewat adu penalti, tanpa tambahan waktu. Pada momen inilah ketenangan berbicara.
Para penendang Kota Jambi melangkah dengan percaya diri. Lima eksekutor menunaikan tugas dengan sempurna. Merangin berjuang hingga titik terakhir, namun satu kegagalan menjadi pembeda. Skor 5-4 memastikan Kota Jambi berdiri di puncak.
Wali Kota Jambi Maulana menyambut kemenangan itu dengan rasa haru.
“Ini buah dari kerja keras, disiplin, dan mental yang kuat. Anak-anak mampu bangkit di tengah tekanan,” katanya.
Dengan hasil ini, Kota Jambi resmi menjadi Juara 1 Gubernur Cup 2026, Merangin menempati peringkat kedua, sementara Muara Jambi mengunci posisi ketiga. Turnamen ini menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar soal gol dan trofi, tetapi juga tentang bagaimana sebuah pertandingan diselesaikan dengan tanggung jawab dan sportivitas.












