JURNALJAMBI.CO – Badai salju ekstrem melanda sejumlah wilayah Amerika Serikat (AS) dan menyebabkan pemadaman listrik massal serta penetapan status darurat di banyak negara bagian.
Salju dilaporkan turun di wilayah Kansas, Texas, Missouri, Iowa, Oklahoma, Tennessee, serta sejumlah daerah lainnya pada Sabtu (24/1/2026) waktu setempat. Di wilayah tenggara AS, Texas bagian timur, dan sebagian Louisiana, ketebalan salju mencapai hingga 4 inci.
Data dari PowerOutage.us mencatat sekitar 130.000 pelanggan di seluruh AS terdampak pemadaman listrik, termasuk 61.600 warga di Texas. Selain itu, laporan dari Chicago & Midwest Storm Chaser menyebut banyak kendaraan tergelincir dan terjebak akibat jalanan licin tertutup salju.
Sebelum badai mencapai puncaknya, 16 negara bagian termasuk Washington DC telah lebih dulu menetapkan keadaan darurat untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Gubernur Kentucky, Andy Beshear, menyatakan badai musim dingin membawa salju tebal hingga 15 inci, disertai penumpukan es dan suhu yang sangat dingin. Ia mengimbau warga untuk membatasi perjalanan dan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
Sementara itu, Wali Kota New York City Zohran Mamdani memperkirakan kota tersebut akan menerima salju setebal 3 hingga 16 inci selama akhir pekan. Kondisi ini membuat sejumlah ruas jalan sulit dilalui dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Cuaca ekstrem ini juga dilaporkan menewaskan tiga orang di New York City. Ketiganya ditemukan meninggal di ruang terbuka dan diduga kuat wafat akibat kondisi yang berkaitan langsung dengan suhu dingin ekstrem.
Selain korban jiwa, badai salju juga mengganggu transportasi udara. Hampir 14.000 penerbangan menuju, dari, dan di dalam AS dibatalkan hingga awal pekan seiring badai terus bergerak.
Ahli meteorologi National Weather Service, Allison Santorelli, mengatakan kondisi pascabadai justru berpotensi lebih berbahaya karena suhu akan menjadi jauh lebih dingin dan membuat salju serta es mencair dengan sangat lambat, sehingga menghambat proses pemulihan.
Badan Layanan Cuaca Nasional memperingatkan sekitar 160 juta warga AS berada di bawah peringatan badai musim dingin, dari New Mexico hingga New England, dengan potensi curah salju lebat di wilayah Midwest, Atlantik tengah, hingga timur laut.












