Untuk siswa SD kelas 3-6 dan SMP yang sebelumnya masih tatap muka, kini juga ikut daring karena kondisi semakin memburuk

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried, meminta para pelajar yang PJJ tetap berada di rumah

JURNALJAMBI.CO — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan / karhutla di Kota Jambi belum juga reda. Melihat kondisi itu, Pemerintah Kota Jambi resmi memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh / PJJ bagi pelajar hingga 2 September 2026.

PJJ Diperpanjang, ISPU Masih Belum Aman Keputusan perpanjangan ini diambil setelah Pemkot mengevaluasi Indeks Standar Pencemar Udara / ISPU yang masih berada di level tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Sebelumnya, PJJ untuk jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP diberlakukan pada 26 – 28 Agustus 2026 ewat Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 21 Tahun 2026. Karena kualitas udara belum membaik, masa daring pun diperpanjang.

“Kebijakan PJJ ini harus mengikuti perkembangan kualitas udara, bukan sekadar terpaku pada batas waktu yang telah ditetapkan,” ujar Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly.

Data terakhir menunjukkan AQI US Kota Jambi sempat tembus 213 pada 25 Agustus 2026, masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi itu menempatkan Jambi sebagai kota dengan kualitas udara terburuk se-Indonesia saat itu.

Isi Surat Edaran Terbaru Dalam edaran terbaru, Pemkot Jambi menetapkan:

1. TK/PAUD, SD, dan SMP di Kota Jambi melaksanakan PJJ secara daring sampai kondisi kualitas udara dinyatakan aman.

2. Kepala sekolah dan guru tetap masuk untuk memastikan pembelajaran daring berjalan efektif.

3. Orang tua/wali diminta mendampingi anak belajar dari rumah dan membatasi aktivitas di luar.

4. Aktivitas luar ruangan seperti olahraga, upacara, dan apel ditiadakan sementara.

Untuk siswa SD kelas 3-6 dan SMP yang sebelumnya masih tatap muka, kini juga ikut daring karena kondisi semakin memburuk.

Dampak Kesehatan Jadi Alasan Utama Lonjakan kabut asap juga berimbas ke kesehatan warga. Dinas Kesehatan Kota Jambi mencatat kasus ISPA meningkat sekitar 15 persen, dari 1.700 menjadi 1.955 kasus.

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried, meminta para pelajar yang PJJ tetap berada di rumah. “Kalau tidak ada kebutuhan mendesak, tidak perlu melakukan aktivitas di luar,” katanya. Ia juga mengimbau warga yang terpaksa keluar rumah untuk memakai masker.

Evaluasi Terus Dilakukan Pemkot Jambi menegaskan kebijakan ini tidak permanen. Pelaksanaan PJJ akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara. Jika ISPU sudah membaik dan dinyatakan aman, pembelajaran tatap muka akan kembali diberlakukan.

Sementara itu, Pemprov Jambi juga meminta dukungan helikopter water bombing untuk memadamkan titik api yang masih muncul.

Pemkot mengimbau masyarakat tetap waspada, mengurangi aktivitas luar, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta DLH.