JURNALJAMBI.CO – Nama Ibu Susanah mendadak meledak di seluruh penjuru media sosial sejak kemarin, namun bukan karena perjuangan hidupnya yang diapresiasi. Wanita sederhana asal Kabupaten Bogor ini justru tertekan, cemas, dan malu setelah menjadi sasaran cemoohan, candaan tak pantas, hingga serangan kata-kata kasar dari sebagian netizen akibat kesalahan penyebutan angka dalam pidato Presiden Prabowo Subianto.
Dalam Sidang Tahunan MPR kemarin, Presiden sempat menyebut Susanah mendapatkan upah Rp700 ribu per kilogram bawang yang dikupas angka yang terlanjur viral meski kemudian diketahui sebagai salah ucap. Naskah resmi mencatat angka yang benar adalah Rp700 per kilogram, tarif yang sangat wajar namun sangat kecil untuk pekerjaan yang melelahkan itu.
Namun sebelum kebenaran tersampaikan, ribuan komentar menyebar cepat. Ada yang menyindir seolah ia kaya raya, ada yang meragukan kejujurannya, hingga candaan yang menyakitkan tentang pekerjaannya. Padahal Susanah hanyalah ibu rumah tangga yang setiap hari duduk berjam-jam mengupas bawang demi bertahan hidup, penerima bantuan Program Keluarga Harapan agar anak-anaknya tetap bisa sekolah.
Menurut keterangan lingkungan sekitar yang menjaga kerahasiaannya, Susanah kini tampak sangat tertekan. Ia merasa bersalah, takut dianggap membawa masalah, dan enggan keluar rumah. Ia tidak mengerti mengapa kehidupan yang ia jalani dengan sederhana dan jujur kini menjadi bahan tertawaan ribuan orang yang bahkan tak pernah bertemu dengannya.
“Beliau hanya rakyat kecil yang bekerja apa saja demi anak. Tidak pernah bermaksud menipu atau mencari perhatian. Kesalahan itu bukan dari beliau, tapi dialah yang kini harus menanggung rasa malu,” ujar salah satu kerabat yang meminta namanya tidak dipublikasikan demi keamanan keluarga.
Kisah ini kembali mengingatkan bahwa di balik setiap nama yang disebut di panggung besar, ada manusia biasa dengan perasaan yang bisa terluka. Kesalahan sebutan yang berlangsung sekejap di siaran langsung, dampaknya bisa berbulan-bulan bagi orang yang namanya terlibat.
Pemerintah dan pihak terkait pun meminta masyarakat untuk berhenti menyebarkan candaan yang tidak pantas dan mulai melihat kenyataan yang sebenarnya: Ibu Susanah adalah simbol jutaan pekerja keras yang penghasilannya jauh di bawah pantas, yang justru patut mendapat empati, bukan ejekan.
Hingga kini, identitas dan tempat tinggalnya tetap dijaga ketat, demi melindungi beliau dan keluarga dari gangguan yang tidak perlu.












