Daerah  

Dua Tahun Menjabat Dirut Bank Jambi, Kekayaan Khairul Tembus Rp10,17 M dan Lampaui Gubernur Al Haris

Gubernur Jambi Alharis ( tengah) saat melantik Dirut Bank Jambi Khairul.

JURNALJAMBI.CO – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025 kembali memunculkan perbandingan mencolok di lingkar pejabat tinggi Provinsi Jambi. Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi), Khairul Suhairi, tercatat memiliki total harta kekayaan bersih Rp10.174.005.587. Angka itu melampaui kekayaan Gubernur Jambi Al Haris yang berada di posisi Rp4.081.503.658.

Khairul melaporkan harta kekayaannya pada 29 Januari 2026 dengan status verifikasi administratif lengkap. Dalam laporan tersebut, struktur kekayaannya didominasi oleh kas dan setara kas yang mencapai Rp7,39 miliar, atau sekitar dua pertiga dari total aset yang dimilikinya.

BACA JUGA : 

  1. 2 Tahun Jadi Dirut Bank Jambi, Harta Khairul Suhairi Tembus Rp10,17 Miliar
  2. Belum Setahun Dilantik, Harta Direktur Bank Jambi Zulfikar Tembus Rp1,59 Miliar

Di luar aset likuid tersebut, Khairul memiliki tanah dan bangunan senilai Rp2,84 miliar yang tersebar di Kota Jambi dan Kabupaten Sarolangun. Salah satu aset yang tercatat adalah sebidang tanah seluas 150.000 meter persegi di Sarolangun, yang menjadi komponen terbesar pada kategori properti.

Pada kategori alat transportasi dan mesin, total kekayaannya mencapai Rp408,5 juta. Aset tersebut terdiri dari beberapa kendaraan, di antaranya Toyota Innova Reborn, Honda Jazz, serta sepeda motor Kawasaki ZX250K keluaran 2024. Selain itu, harta bergerak lainnya tercatat Rp31,6 juta. Dalam laporan yang sama, ia juga memiliki kewajiban utang sebesar Rp500 juta.

Dengan komposisi tersebut, total kekayaan bersih Khairul tetap berada di angka Rp10,17 miliar. Dalam dua tahun masa jabatannya sebagai Direktur Utama Bank Jambi, posisinya dalam laporan LHKPN menunjukkan tren kekayaan yang relatif kuat, terutama ditopang oleh tingginya aset likuid.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris dalam LHKPN periode yang sama yang disampaikan pada 26 Maret 2026 mencatat kekayaan bersih Rp4.081.503.658 setelah dikurangi utang sebesar Rp1,76 miliar.

Struktur kekayaan Al Haris didominasi oleh aset tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp5,46 miliar. Sebagian besar aset tersebut tersebar di Kabupaten Merangin, wilayah yang juga dikenal sebagai basis aktivitas dan perjalanan politiknya sebelum menjabat sebagai gubernur.

Selain properti, Al Haris memiliki aset kendaraan senilai Rp306 juta yang terdiri dari satu unit Toyota Fortuner tahun 2012 dan satu sepeda motor Yamaha Mio J tahun 2013. Kas dan setara kas tercatat hanya Rp83,78 juta, tanpa laporan surat berharga maupun harta bergerak lainnya yang signifikan dalam dokumen tersebut.

Jika dibandingkan secara langsung, selisih kekayaan keduanya mencapai lebih dari Rp6 miliar. Dirut Bank Jambi tercatat memiliki kekayaan lebih dari dua kali lipat dibandingkan Gubernur Jambi.

Namun yang menarik bukan hanya soal besaran angka, melainkan perbedaan struktur kekayaan. Khairul didominasi aset likuid berupa kas dan setara kas, sementara Al Haris bertumpu pada aset tidak bergerak berupa tanah dan bangunan.