Lebaran Kerap Tak Serentak, Ini Catatan 25 Tahun NU dan Muhammadiyah Berbeda Hari Raya

Fenomena ini bukan hal baru. Berdasarkan catatan dalam 25 tahun terakhir, sejak 2001 hingga 2026, perbedaan Hari Raya Idulfitri

Tahun ini, Muhammadiyah lebih dulu menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Sementara pemerintah bersama NU melalui sidang isbat memutuskan Lebaran sehari setelahnya, yakni Sabtu, 21 Maret 2026.

Fenomena ini bukan hal baru. Berdasarkan catatan dalam 25 tahun terakhir, sejak 2001 hingga 2026, perbedaan Hari Raya Idulfitri antara dua organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut tercatat terjadi sebanyak lima kali.

Perbedaan ini berakar pada metode penentuan awal bulan Hijriah. Muhammadiyah menggunakan metode hisab, yaitu perhitungan astronomi yang sudah bisa ditentukan jauh hari sebelumnya. Sementara NU dan pemerintah mengombinasikan hisab dengan rukyat, yakni pengamatan langsung hilal yang kemudian diputuskan melalui sidang isbat.

Akibat perbedaan pendekatan tersebut, hasil penetapan 1 Syawal bisa berbeda satu hari, seperti yang kembali terjadi tahun ini.

Meski demikian, perbedaan ini sejatinya sudah menjadi bagian dari dinamika umat Islam di Indonesia. Di tengah keberagaman metode, pemerintah pun terus mengimbau masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga persatuan dalam merayakan hari kemenangan.