JURNALJAMBI.CO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi resmi merilis seruan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Lembaga itu meminta masyarakat menjaga ukhuwah di tengah potensi perbedaan awal puasa.
Wakil Ketua Umum MUI Jambi, Ir. H. Haviz Husaini, MM, menyampaikan pesan tersebut pada 16 Februari 2026. Ia didampingi Sekretaris Umum, Prof. Dr. H. Lukman Hakim, M.Pd.I, melalui siaran pers resmi. MUI menyadari adanya variasi metode penetapan, baik melalui rukyatul hilal maupun hisab.
”Perbedaan ini adalah rahmat, bukan alasan untuk perpecahan. Kami menghimbau seluruh pihak untuk tidak saling mencela, menghakimi, apalagi memecah belah umat,” tegas pengurus MUI Jambi.
MUI menegaskan, kesatuan umat jauh lebih mulia daripada memaksakan pendapat pribadi. Pihaknya mengajak warga menghormati pelaksanaan Shalat Tarawih, Tadarus Al-Qur’an, dan I’tikaf. Selain itu, umat Islam harus tetap santun kepada sesama yang memiliki uzur syar’i.
Pesan toleransi juga menyasar hubungan dengan warga non-Muslim di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Haviz, dan Lukman meminta umat Islam tetap bijaksana dan tidak menghakimi keyakinan orang lain.
”Kita tidak boleh memaksakan atau mengharuskan saudara kita yang non-Muslim untuk ikut berpuasa atau mengubah kebiasaan mereka,” lanjutnya.
Guna memperluas jangkauan pesan, MUI Jambi menggandeng Dinas Kominfo, TVRI, dan RRI. Mereka menyediakan konten publikasi digital berupa rekaman video dan naskah resmi. Langkah itu bertujuan memastikan pesan kesejukan sampai ke seluruh pelosok desa.
MUI berharap Ramadhan tahun ini menjadi ladang pahala bagi masyarakat Jambi. Kedamaian daerah menjadi kunci utama dalam menjalankan ibadah dengan penuh kekhusyukan.













