Harga BBM Serentak Turun di Seluruh SPBU RI, Efek Langsung ke Kantong Masyarakat

Foto : Harga BBM Serentak Turun di Seluruh SPBU RI

JURNALJAMBI.CO — Kabar baik bagi pengendara dan pelaku usaha transportasi, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh jaringan SPBU besar di Indonesia kembali mengalami penurunan harga efektif per 9 Februari 2026. Penyesuaian harga ini tidak hanya terjadi di SPBU milik PT Pertamina (Persero), tetapi juga di jaringan Shell, BP Indonesia, dan Vivo.

Penurunan ini mengikuti tren awal Februari yang sama-sama menunjukkan koreksi harga pada hampir seluruh produk BBM nonsubsidi. Tren ini diperkirakan bakal membantu meringankan biaya operasional harian masyarakat di tengah dinamika harga energi global yang masih berubah-ubah. Daftar Harga BBM Terbaru per Liter

Pertamina masih mempertahankan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar, sementara BBM nonsubsidi mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya:

Solar Subsidi (CN 48): Rp 6.800

Pertalite (RON 90): Rp 10.000

Pertamax (RON 92): Rp 11.800

Pertamax Green (RON 95): Rp 12.450

Pertamax Turbo (RON 98): Rp 12.700

Dexlite (CN 51): Rp 13.250

Pertamina DEX (CN 53): Rp 13.500

Shell Indonesia juga ikut menurunkan harga di awal bulan ini:.

Shell Super: Rp 12.050

Shell V-Power: Rp 12.500

Shell V-Power Diesel: Rp 13.600

Shell V-Power Nitro+: Rp 12.720

Sementara itu, BP Indonesia dan Vivo menunjukkan tren yang sama:

BP: BP 92 Rp 12.050, BP Ultimate Rp 12.500, BP Ultimate Diesel Rp 13.600

Vivo: Revvo 92 Rp 12.050, Revvo 95 Rp 12.500 (kembali tersedia setelah sempat habis stok), Diesel Primus Plus Rp 13.600

Tren Penurunan Harga dan Implikasinya Penurunan serentak ini dipandang sebagai angin segar bagi masyarakat, terutama di tengah peningkatan permintaan BBM saat menjelang periode liburan dan aktivitas sosial lainnya. Meski BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan harga, koreksi harga pada BBM nonsubsidi diperkirakan dapat sedikit menekan pengeluaran konsumsi harian terutama bagi pengguna kendaraan pribadi dan logistik.

Analis energi juga menyebut bahwa tren ini mencerminkan respons industri terhadap kondisi pasar global dan pergerakan harga minyak mentah dunia. Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk memperhatikan harga yang terpasang di tiap SPBU karena masih ada variasi harga berdasarkan lokasi geografis dan jenis bahan bakar.