Ketika Ketakutan Menjadi Realita: Warga Iran Mulai Berburu Tempat Perlindungan di Tengah Ancaman Serangan AS

Teheran, 2 Februari 2026 – Kekhawatiran akan potensi serangan militer Amerika Serikat memicu suasana tegang di seantero Iran.

JURNALJAMBI.CO– Kekhawatiran akan potensi serangan militer Amerika Serikat memicu suasana tegang di seantero Iran. Di jalanan ibu kota Teheran hingga kota-kota besar lainnya, warga terlihat saling berbagi kabar, menutup jendela rumah, hingga mulai menyiapkan kebutuhan darurat di tengah rasa takut yang merayap masuk ke kehidupan sehari-hari.

Situasi menjadi semakin nyata ketika otoritas Iran menetapkan status siaga maksimum, membuka bunker bawah tanah, stasiun metro, dan bahkan area parkir sebagai tempat perlindungan bagi warga sipil. Langkah ini merupakan yang pertama kali dilakukan secara besar-besaran sejak era perang Iran-Irak, menunjukkan betapa seriusnya negara menghadapi kemungkinan konfrontasi militer. Tempat-tempat ini dilaporkan telah dipersiapkan untuk menampung jutaan orang dengan persediaan makanan, air, serta fasilitas dasar lainnya.

Di pinggiran kota, seorang pensiunan menceritakan bagaimana ia membeli obat dan menimbun kebutuhan pokok selama beberapa bulan, sementara tetangga lain menutup rapat gorden mereka demi mengurangi kecemasan akan ledakan yang belum tentu datang. “Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok,” ujarnya, mencerminkan kecemasan yang menyelimuti hampir setiap sudut masyarakat Iran.

Ketegangan ini juga diperburuk oleh pernyataan keras dari pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang memperingatkan bahwa serangan militer oleh AS bisa memicu perang skala regional, memperluas konflik melampaui perbatasan.

Presiden Amerika Serikat dilaporkan telah mengerahkan armada militer besar ke kawasan Teluk sebagai bagian dari tekanan diplomatik terhadap Iran, sementara pemerintah Iran menegaskan kesiapannya menghadapi situasi paling ekstrem sekaligus tetap membuka ruang dialog.

Namun bagi warga biasa, realitasnya jauh dari strategi geopolitik: ketidakpastian, persediaan makanan yang menipis, dan rasa takut akan kehancuran menjadi cerita sehari-hari yang tak mudah diabaikan. Ketika ancaman luar negeri membayangi, rakyat Iran kini bertanya — bagaimana seharusnya mereka bersiap saat perang mungkin tinggal selangkah lagi?