JURNALJAMBI.CO – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Pondok Pesantren Nurul Huda, di daerah eks transmigrasi, Desa Butang Baru, Kecamatan Mandiangin Timur, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, saat digelarnya Haul ke-5 almarhum Haji Muhammad Soeharto, Presiden RI ke-2, Selasa (27/1/2026).
Momentum sakral ini dirangkai dengan tabligh akbar, dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah, menjadi momentum penting untuk mengenang jasa dan keteladanan almarhum HM. Soeharto sebagai tokoh agama serta peletak dasar pendidikan keislaman di wilayah yang mayoritas dari pulau Jawa, ini.
Haul ke-5 ini turut dihadiri Anggota DPR RI Fraksi Golkar Daerah Pemilihan Jambi, Cek Endra, serta Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata. Hadir pula pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda, KH. Rois Amin bersama para ulama, tokoh masyarakat, santri, dan para jamaah.
Pimpinan Ponpes Nurul Huda, KH. Rois Amin dalam sambutannya menyampaikan bahwa haul ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi sarana mendoakan almarhum sekaligus mengingatkan generasi penerus akan pentingnya melanjutkan perjuangan dakwah dan pendidikan Islam yang telah dirintis.
“Haul ini kita laksanakan sebagai bentuk rasa hormat dan doa kepada almarhum Haji Muhammad Soeharto, sekaligus pengingat agar nilai-nilai keikhlasan, perjuangan, dan dakwah beliau terus kita lanjutkan,” ujar KH. Rois Amin.
Dalam momentum penting ini, Cek Endra menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya haul yang berlangsung tertib dan penuh makna. Ia secara khusus mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan atas jasa Presiden ke-2 Republik Indonesia (RI), yang melalui program transmigrasi telah memberikan dampak besar bagi perkembangan wilayah, termasuk Desa Butang Baru.
“Kita patut mengucapkan terima kasih atas jasa Presiden ke-2 Republik Indonesia. Berkat kebijakan dan program transmigrasi di masa beliau, Desa Butang Baru ini diresmikan dan berkembang sebagai desa transmigrasi yang kini maju dan religius seperti yang kita lihat hari ini,” ujar Cek Endra di hadapan jamaah.
Menurutnya, keberhasilan Desa Butang Baru tidak terlepas dari perpaduan antara program pembangunan negara dan peran tokoh agama serta masyarakat setempat dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan dan keagamaan.
Cek Endra juga berharap kegiatan haul seperti ini tidak hanya dilaksanakan di Desa Butang Baru, tetapi dapat digelar secara berkelanjutan di daerah-daerah lain yang juga merupakan kawasan transmigrasi.
“Saya berharap haul seperti ini juga bisa dilaksanakan di daerah-daerah transmigrasi lainnya, seperti Sungai Bahar, Bahar Selatan, dan wilayah transmigrasi lain di Provinsi Jambi. Ini penting untuk menjaga ingatan sejarah, memperkuat nilai keagamaan, dan mempererat persatuan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ivan Wirata menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan keagamaan, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun daerah. Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan moral generasi muda.
“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan mental dan spiritual. Pesantren seperti Nurul Huda ini menjadi pilar penting dalam membangun masyarakat yang berakhlak dan berdaya saing,” kata Ivan Wirata.
Rangkaian acara haul diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, doa bersama, serta tausiyah agama yang disampaikan Ustadz Inayatullah, semakin menambah suasana religius. Jamaah tampak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan hingga acara berakhir.
Melalui Haul ke-5 Haji Muhammad Soeharto ini, diharapkan nilai-nilai keteladanan almarhum terus hidup dan menginspirasi generasi penerus, sekaligus memperkuat peran Pondok Pesantren Nurul Huda sebagai pusat dakwah dan pendidikan Islam di Kabupaten Sarolangun serta wilayah transmigrasi lainnya di Provinsi Jambi.













