JURNALJAMBI.CO – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengakui pemerintah mengalami kesulitan dalam memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Iran, yang menyusul pemblokiran internet di tengah gelombang demonstrasi besar-besaran yang melanda negara tersebut.
Sugiono menyampaikan hal itu kepada awak media di Gedung Palapa, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu (14/1). Ia mengatakan pembatasan akses komunikasi menjadi kendala utama dalam menjalin kontak langsung dengan WNI di Iran.
“Komunikasi agak sulit ke Iran. Tapi dari informasi terakhir yang saya terima, kebanyakan WNI di Iran adalah pelajar yang terkonsentrasi di Qom dan Isfahan,” ujar Sugiono.
Meski komunikasi terhambat, Sugiono menegaskan hingga saat ini belum ada laporan WNI yang terdampak langsung oleh kerusuhan demo Iran. Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan RI di Teheran terus memantau perkembangan situasi keamanan di lapangan.
Sugiono juga mengungkapkan pihaknya telah menginstruksikan Duta Besar RI di Teheran untuk menyiapkan langkah-langkah kontinjensi, termasuk rencana evakuasi, apabila kondisi keamanan memburuk.
Menurut data Kementerian Luar Negeri RI, terdapat sekitar 386 WNI yang berada di Iran. Mayoritas dari mereka merupakan pelajar yang sedang menempuh pendidikan agama maupun akademik.
Hingga kini, pemerintah Indonesia belum mengeluarkan perintah evakuasi terhadap WNI di Iran. Namun, Menlu mengimbau seluruh WNI agar tetap waspada dan menghindari lokasi-lokasi rawan.
“Kami mengimbau WNI di Iran untuk terus memantau perkembangan situasi, menghindari titik-titik demonstrasi, dan menjaga keselamatan diri,” kata Sugiono.
Gelombang demonstrasi di Iran telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir dan dipicu oleh tekanan ekonomi, terutama inflasi tinggi dan melemahnya nilai tukar rial. Seiring waktu, tuntutan massa berkembang menjadi seruan agar pemerintahan Ayatollah Ali Khamenei mundur.
Sejumlah lembaga pemantau hak asasi manusia melaporkan lebih dari 2.000 orang tewas akibat bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan. Pemerintah Iran membantah sebagian laporan tersebut dan menuding aksi protes ditunggangi kepentingan Amerika Serikat, dan sekutunya.
Sebagai respons atas situasi tersebut, otoritas Iran memblokir akses internet hampir selama sepekan terakhir. Langkah ini membuat pemantauan kondisi warga asing, termasuk WNI, menjadi semakin sulit.
Ketegangan Iran juga memicu kekhawatiran global, seiring meningkatnya spekulasi keterlibatan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.













