JURNALJAMBI.CO –Pati, Jawa Tengah — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuat kejutan. Setelah gelaran operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (19/1/2026), salah satu pejabat daerah kembali terseret dalam kasus dugaan korupsi. Adalah Bupati Pati, Sudewo, yang dikabarkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam OTT tersebut, meskipun status hukumnya sampai saat ini masih berstatus terperiksa.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa Sudewo memang termasuk dalam pihak yang diamankan saat operasi di Kabupaten Pati. Namun, KPK hingga kini belum merinci kasus atau barang bukti yang menjadi dasar penangkapan tersebut. Penyidik memberi waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum lebih lanjut.
Garasi Mewah Bupati Jadi Perbincangan Di tengah sorotan OTT ini, publik juga ramai membicarakan aset Bupati Sudewo — terutama koleksi kendaraan di garasinya.
Menurut laporan harta kekayaan yang dilaporkan Sudewo pada 11 April 2025, total kekayaannya mencapai lebih dari Rp 31,5 miliar. Dari jumlah itu, sekitar Rp 6,33 miliar merupakan nilai mobil-mobil mewah yang terparkir di garasinya. Di antaranya:
BMW X5 (2023) senilai Rp 1,9 miliar- Toyota Alphard (2024) senilai Rp 1,7 miliar Toyota Land Cruiser (2019) senilai Rp 1,9 miliar- Miliaran kendaraan, Sudewo juga memiliki tanah dan bangunan di berbagai daerah seperti Solo, Jogja, Bogor dan Pacitan Pacitan respon Publik: Dari Sedih hingga Kritikan
Reaksi publik atas kabar OTT ini bermacam-macam. Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyatakan kekecewaannya, terutama karena berita ini muncul saat warga Pati tengah menghadapi bencana banjir. Mereka merasa praktik korupsi di tengah situasi sulit hanya menambah beban masyarakat.
Sebelumnya, nama Sudewo juga sempat menjadi bahan kritik publik setelah kebijakan kontroversialnya — seperti penetapan kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB-P2) hingga sekitar 250% yang memicu gelombang protes di masyarakat.
Belum Ada Kepastian Hukum Hingga berita ini diturunkan, KPK belum menyampaikan secara terbuka perkara apa yang sedang diperiksa. Sudewo masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Kudus bersama pihak-pihak lain yang diamankan. Ke depan, publik menantikan pernyataan resmi dari KPK terkait status hukum dan kemungkinan penetapan tersangka.













