JURNALJAMBI.CO — Jagat media sosial kampus UIN STS Jambi digegerkan dengan poster berjudul KEJAMNYA REKTORAT! .
Poster dengan foto seorang mahasiswa berjas biru itu mengungkap fakta mengejutkan di balik megahnya acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025.
Isinya menohok. Disebutkan bendahara PBAK harus rela mengeluarkan uang pribadi hingga jutaan rupiah demi memastikan acara resmi kampus tersebut tidak gagal.
UANG PRIBADI HABIS JUTAAN RUPIAH DEMI MELANCARKAN PBAK.
BANDARA PBAK BERJUANG, REKTORAT DIAM TAK PEDULI!
Dalam poster itu ditulis, acara resmi kampus tapi semua beban ditimpakan ke mahasiswa. Dana minim, dukungan nihil.
“Acara resmi kampus, tapi semua beban ditimpakan ke mahasiswa. Dana minim, dukungan nihil, hingga akhirnya bendahara harus keluar uang pribadi jutaan rupiah demi memastikan acara tidak gagal dan nama kampus tidak tercoreng,” tulis dalam poster tersebut.
4 FAKTA YANG DIUNGKAP:
1. Dana PBAK tidak mencukupi kebutuhan dasar acara.
2. Rektorat janji dukungan, tapi realitasnya nol besar.
3. Bendahara PBAK rela mengeluarkan uang pribadi jutaan rupiah.
4. Tidak ada pertanggungjawaban dan apresiasi dari pihak rektorat.
Poster ini pun memantik amarah mahasiswa lain. Mereka menilai ini bukan soal uang semata, tapi soal keadilan, penghargaan, dan kemanusiaan.
“MAHASISWA BUKAN MESIN UANG! REKTORAT HARUS BERHATI NURANI!” tulis tagline besar di bagian bawah poster.
Hingga berita ini diterbitkan, mahasiswa yang menyebarkan poster tersebut melayangkan 3 tuntutan tegas:
1. Transparansi pengelolaan dana PBAK.
2. Ganti rugi atas biaya pribadi yang telah dikeluarkan.
3. Evaluasi total kebijakan rektorat terhadap kegiatan kemahasiswaan.
Hingga kini, pihak Rektorat UIN STS Jambi belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan tersebut. Tim redaksi masih berupaya menghubungi pihak kampus.












