JURNALJAMBI.CO — Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi dan memperoleh informasi. Salah satu perubahan paling nyata adalah meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan generasi muda. Platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan X (Twitter) telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Media sosial memang memberikan banyak manfaat, namun jika digunakan secara berlebihan juga dapat menimbulkan berbagai masalah sosial.
Menurut saya, media sosial ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, media sosial memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi, belajar, dan membangun relasi. Namun di sisi lain, penggunaan yang tidak bijak dapat menyebabkan penyebaran hoaks, cyberbullying, hingga menurunnya interaksi sosial secara langsung.
Data menunjukkan bahwa penggunaan internet dan media sosial di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat, terutama generasi muda, semakin bergantung pada teknologi digital dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Media sosial kini tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga sebagai sarana belajar, promosi usaha, hingga membangun personal branding. (Reddit)
Di sisi lain, berbagai masalah sosial masih menjadi tantangan di Indonesia. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin pada Maret 2025 sebesar 8,47 persen atau sekitar 23,85 juta jiwa. Walaupun angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya, kemiskinan dan kesenjangan sosial masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama. (Badan Pusat Statistik Indonesia)
Kondisi ini menunjukkan adanya paradoks sosial. Di satu sisi, akses terhadap teknologi semakin luas, tetapi di sisi lain masih banyak masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi. Oleh karena itu, media sosial seharusnya tidak hanya digunakan untuk hiburan semata, melainkan juga sebagai sarana edukasi, pemberdayaan ekonomi, dan penyebaran informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sosiolog Indonesia, Soerjono Soekanto, menjelaskan bahwa perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan pola pikir dan perkembangan teknologi dalam masyarakat. Pendapat ini relevan dengan kondisi saat ini, di mana media sosial telah menjadi faktor penting yang memengaruhi perilaku sosial masyarakat.
Selain itu, media sosial juga dapat menjadi alat untuk meningkatkan kepedulian sosial. Banyak gerakan kemanusiaan, penggalangan dana, dan kampanye lingkungan yang berhasil menjangkau masyarakat luas melalui platform digital. Hal ini membuktikan bahwa teknologi dapat memberikan dampak positif apabila dimanfaatkan secara bijaksana.
Namun demikian, masyarakat perlu meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi palsu. Kemampuan memverifikasi informasi menjadi sangat penting di era digital saat ini. Generasi muda harus mampu menggunakan media sosial secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Kesimpulannya, media sosial telah membawa perubahan besar dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Kehadirannya memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan berbagai tantangan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk memanfaatkan media sosial secara positif sehingga dapat mendukung pembangunan sosial, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperkuat solidaritas masyarakat.
Penulis: Mahfuz












