Ojol dan Keselamatan Berlalu Lintas: Mitra Strategis yang Harus Diperkuat

Pembentukan Asosiasi Ojol Nusantara juga menjadi langkah positif dalam memperkuat solidaritas antar-pengemudi, baik ojek online maupun ojek pangkalan.

JURNALJAMBI.CO — Keberadaan ojek online (ojol) saat ini tidak lagi sekadar menjadi alternatif transportasi, melainkan telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Hal tersebut tergambar dalam sambutan Direktur Lalu Lintas Polda Jambi pada kegiatan Konsolidasi dan Sosialisasi Asosiasi Ojol Nusantara di Jambi, Jumat (19/6/2026). Dalam sambutannya, beliau menyebut bahwa ojol telah menjadi “urat nadi” aktivitas masyarakat sehari-hari.

Pernyataan tersebut bukanlah sesuatu yang berlebihan. Di tengah perkembangan teknologi dan kebutuhan mobilitas yang semakin tinggi, jasa ojek online membantu masyarakat dalam berbagai aktivitas, mulai dari transportasi penumpang, pengantaran makanan, hingga pengiriman barang. Kehadiran mereka bahkan menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan layanan cepat dan praktis.

Namun, di balik peran penting tersebut, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi para pengemudi, yakni keselamatan berlalu lintas. Tekanan untuk mengejar target, waktu pengantaran, serta kondisi jalan yang padat sering kali membuat sebagian pengemudi mengabaikan aspek keselamatan. Padahal, risiko kecelakaan tidak hanya mengancam pengemudi, tetapi juga penumpang dan pengguna jalan lainnya.

Karena itu, ajakan Ditlantas Polda Jambi agar para pengemudi menjadi pelopor keselamatan lalu lintas patut diapresiasi. Pengemudi ojol merupakan kelompok yang setiap hari berada di jalan raya sehingga memiliki posisi strategis untuk menjadi contoh dalam mematuhi aturan lalu lintas. Penggunaan helm, kepatuhan terhadap rambu-rambu, dan mengutamakan keselamatan dibanding kecepatan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.

Pembentukan Asosiasi Ojol Nusantara juga menjadi langkah positif dalam memperkuat solidaritas antar-pengemudi, baik ojek online maupun ojek pangkalan. Selama ini, perbedaan kepentingan sering kali memunculkan gesekan di lapangan. Dengan adanya wadah bersama, komunikasi dan koordinasi dapat berjalan lebih baik sehingga tercipta suasana kerja yang aman dan kondusif.

Selain itu, kolaborasi antara komunitas pengemudi, kepolisian, Jasa Raharja, dan tenaga kesehatan menjadi bukti bahwa keselamatan lalu lintas bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Semua elemen memiliki peran penting dalam menciptakan budaya berkendara yang aman dan tertib.

Pada akhirnya, kesejahteraan pengemudi dan keselamatan berlalu lintas harus berjalan beriringan. Tidak ada artinya mengejar pendapatan yang tinggi jika keselamatan diri di jalan diabaikan. Sebaliknya, dengan budaya berkendara yang disiplin dan organisasi yang solid, para pengemudi ojol tidak hanya menjadi penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan di jalan raya.

Penulis: Osdhan Maulana