JURNAL JAMBI.CO – Masyarakat Kelurahan Limbur Tembesi Kecamatan Bathin VIII mengucapkan terimakasih kepada Bupati Hurmin dan Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika yang telah memprioritaskan pembangunan gorong-gorong sebagai akses vital transportasi masyarakat menuju SMAN 10 Sarolangun, jalan penghubung antar desa dan kebun masyarakat.
Ucapan terimakasih dari warga masyarakat Limbur Tembesi ini karena komitmen pemerintah melalui gerak cepat UPT Alkal Dinas PUPR Sarolangun.
“Kami warga Limbur Tembesi mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Hurmin dan Bapak Gerry Wakil Bupati Sarolangun, jalan kami sudah selesai dikerjakan, jalan ini sangat bermanfaat bagi kami, semoga Sarolangun Maju bersama Bupati Hurmin dan Wakil Bupati Gerry Trisatwika,” ucap salah seorang warga mewakili masyarakat setempat di lokasi pembangunan gorong-gorong.
Kepala Dinas PUPR Sarolangun Arief Hamdani, ST melalui Kepala UPTD Alkal Dinas PUPR Rahmad Idham, mengatakan, anggaran pembangunan gorong-gorong berasal dari stok material UPTD Alkal dan kolaborasi warga masyarakat. Penanganan hanya bersifat darurat.
“Anggaran pembangunan gorong-gorong berasal dari stok material UPTD Alkal dan kolaborasi warga masyarakat H. Akbar. Penanganan hanya bersifat darurat sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun “Jalan Lancar,” ucap Rahmad Idham, Senin 8 Juni 2026.

Lanjut Rahmad Idham, penanganan pembangunan gorong-gorong ini adalah kegiatan secara swakelola UPT Alkal Dinas PUPR Kabupaten Sarolangun. Pembangunan gorong-gorong ini dinilai sangat penting dan sudah lama diusulkan masyarakat karena akses vital menuju sekolah, akses jalan masyarakat antar desa dan kebun masyarakat.
“Alhamdulillah gorong-gorong jalan menuju SMAN 10 dan penghubung antar desa Kelurahan Limbur Tembesi sudah selesai dikerjakan, sesuai arahan Bupati Sarolangun dan wakil bupati sarolangun, semoga bermanfaat bagi kelancaran transportasi masyarakat,” kata Rahmad Subhan.
Rahmat menyebut, sebelumnya, gorong-gorong sudah ada, namun sudah lama rusak, kondisi tersebut menyebabkan akses antar desa dan masyarakat ke kebun menjadi terkendala.
Pembangunan gorong-gorong dinilai sangat penting dan menjadi prioritas sebagai akses vital tranportasi masyarakat, demi menunjang kelancaran usaha menuju kebun sebagai pondasi ekonomi masyarakat.












