BANGKO — Seorang pemuda berinisial AF (21), warga Lingkungan Bangko Tinggi, Kelurahan Dusun Bangko, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, nyaris menjadi bulan-bulanan massa pada Kamis (28/5) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
AF Nyaris diamuk warga setelah aksi isengnya mengedit foto pocong menggunakan aplikasi Artificial Intelligence (AI) yang memicu kegaduhan dan kepanikan di tengah masyarakat.
Peristiwa ini bermula saat AF berniat menakut-nakuti kakak perempuannya, NA (22). AF mengedit foto halaman rumah kontrakan tempat tinggal NA dengan menambahkan sosok pocong, lalu mengirimkannya kepada sang kakak melalui pesan WhatsApp.
Dalam pesan itu, AF menambahkan kata “jangan pulang malam lagi, pocong sudah sampai depan rumah”.
Karena ketakutan, NA kemudian meneruskan foto tersebut kepada tetangganya dan meminta agar ronda malam diaktifkan. Foto editan itu pun dengan cepat menyebar ke grup WhatsApp lingkungan Bangko Tinggi hingga memicu kepanikan warga.
Situasi semakin memanas karena dalam beberapa hari terakhir, di Lingkungan Bangko Tinggi baru saja berduka atas meninggalnya seorang warga setempat. Selain itu, isu mengenai “pocong begal” juga sedang marak diperbincangkan oleh masyarakat.
Dessy, salah seorang warga setempat, mengonfirmasi latar belakang hubungan kakak-beradik tersebut serta situasi psikologis warga yang sedang sensitif.
“NA ini ngontrak di Bangko Tinggi. Dia kerja di franchise ayam goreng dan sering pulang malam. AF adalah adiknya NA, dia kuliah di Padang dan baru pulang ke rumah NA sekitar seminggu ini karena libur kuliah. Awalnya cuma untuk menakuti NA, tapi keisengan itu menjadi heboh. Apalagi sekarang isu pocong begal lagi ramai dibicarakan. Belum lagi warga sekitar baru ada musibah kematian. Tentu kondisi menjadi semakin heboh dan warga menjadi marah,” kata Dessy.
Akibat kehebohan tersebut, puluhan warga yang telanjur resah berbondong-bondong mendatangi rumah kontrakan NA untuk meminta klarifikasi.
Saat didatangi, NA tidak bisa memastikan keaslian foto tersebut karena dikirim oleh adiknya yang saat itu sedang berada di luar rumah. Warga kemudian mendesak NA untuk memanggil AF pulang.
Setibanya AF di lokasi, situasi sudah dipadati oleh massa yang emosional. Beruntung, seorang anggota kepolisian, Brigpol Fajar Harendo, kebetulan melintas di dekat lokasi dan langsung berhenti untuk memeriksa kerumunan tersebut. Atas permintaan warga, Brigpol Fajar langsung melakukan interogasi di tempat terhadap AF.
Kepada petugas, AF akhirnya mengakui bahwa foto pocong tersebut adalah hasil rekayasa digital menggunakan aplikasi AI. Ia berdalih tindakan itu hanya sekadar gurauan agar kakaknya tidak lagi pulang larut malam setelah bekerja.
Mendengar pengakuan AF, emosi warga yang merasa tertipu dan diresahkan langsung menyulut. Massa yang geram nyaris menghakimi pemuda tersebut di lokasi kejadian.
Melihat situasi yang mulai tidak terkendali, Brigpol Fajar segera menghubungi Mapolres Merangin guna meminta bantuan pengamanan untuk menghindari aksi main hakim sendiri.
Tak lama kemudian, tim dari Mapolres Merangin tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi AF bersama kakaknya, NA, ke markas kepolisian setempat demi keselamatan mereka. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Mapolres Merangin mengenai langkah hukum maupun tindak lanjut penanganan terhadap kasus yang sempat menghebohkan warga tersebut. (*)












