JURNALJAMBI.CO – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, RSUD Raden Mattaher Jambi mengambil langkah antisipatif untuk memastikan layanan kesehatan berjalan optimal tanpa hambatan. Rumah sakit rujukan utama di Provinsi Jambi itu menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi lonjakan pasien dengan menjaga ketersediaan obat-obatan dan bahan medis habis pakai (BMHP) selama masa Ramadan hingga enam bulan ke depan.
Wakil Direktur Pelayanan, dr. Anton Trihartanto, Sp.B, mengatakan pihak rumah sakit telah memetakan kemungkinan peningkatan jumlah pasien sejak awal Ramadan dan mengambil langkah cepat dalam pengadaan obat. Fokus utama pengadaan meliputi obat esensial serta BMPHP dasar dan khusus yang menjadi kebutuhan pokok pelayanan medis.
“Untuk bulan puasa sampai Lebaran ini kita siap. Malam Ramadan pasien turun, tetapi belakangan mulai naik lagi. Ketersediaan obat-obatan menjadi prioritas utama agar tidak terjadi kekosongan stok yang dapat mengganggu pelayanan pasien,” ujar dr. Anton, Senin (23/2/2026).
Upaya ini didukung oleh anggaran dari APBD Provinsi Jambi, sehingga proses pembelian dan distribusi obat kini mulai berjalan dan sebagian besar stok telah mulai masuk. Menurutnya, dengan strategi tersebut, diharapkan hingga enam bulan ke depan tidak ada lagi keluhan kekosongan obat yang pernah sempat terjadi di masa lalu.
Langkah kesiapsiagaan ini dinilai penting mengingat RSUD Raden Mattaher sering menjadi rujukan pasien dari berbagai wilayah di Jambi, terutama pada saat lonjakan kebutuhan medis seperti Ramadan.
Dengan kesiapan tenaga medis, stok obat yang terjaga, dan koordinasi antar unit layanan, manajemen RSUD Raden Mattaher berharap seluruh pasien akan tetap mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, aman, dan tanpa kendala di bulan suc












