JURNALJAMBI.CO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Pemerintah menyiapkan skema khusus agar distribusi makanan tetap tepat sasaran dan tidak menimbulkan pemborosan, meski sebagian besar penerima manfaat menjalankan ibadah puasa.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, MBG pada prinsipnya menyasar ibu hamil, anak balita, dan anak sekolah. Untuk balita dan ibu hamil, program tetap berjalan normal karena mereka tidak diwajibkan berpuasa.
“Anak balita tentu tidak terkena kewajiban puasa. Jadi program ini untuk mereka tetap berjalan seperti biasa,” ujar Dadan saat bersilaturahim ke Majelis Ulama Indonesia (MUI), Senin (26/1/2026), seperti dikutip dari MUI Digital.
Sementara itu, untuk anak sekolah di wilayah mayoritas Muslim, makanan MBG tetap dibagikan di sekolah. Namun, makanan tersebut tidak dikonsumsi di tempat, melainkan dibawa pulang untuk dimakan saat berbuka puasa.
Skema ini sempat menimbulkan kekhawatiran publik terkait potensi makanan basi karena jarak waktu antara pembagian dan waktu berbuka cukup lama. Menjawab hal itu, BGN telah menyesuaikan jenis menu yang dibagikan.
Menurut Dadan, menu MBG selama Ramadhan akan difokuskan pada makanan yang lebih tahan lama hingga sore hari. Beberapa menu yang disiapkan antara lain telur asin, telur rebus, atau telur pindang, serta susu, buah, dan kurma.
Selain itu, BGN juga menyiapkan abon, roti, dan penganan lokal yang dinilai aman dan tidak mudah rusak.
“Menu yang dibawa ke rumah dipastikan yang tahan sampai waktu berbuka,” kata Dadan.
Di daerah yang mayoritas penduduknya tidak menjalankan puasa, pelaksanaan MBG tetap berlangsung seperti hari biasa tanpa perubahan skema. Begitu pula untuk balita dan ibu hamil yang tetap menerima makanan sesuai jadwal.
BGN juga menyiapkan pengaturan khusus untuk wilayah pesantren. Proses memasak dan pembagian makanan akan digeser ke sore hari agar santri menerima makanan menjelang waktu berbuka puasa.
“Kalau di pesantren, pembagian akan diatur mendekati waktu berbuka agar lebih efektif,” ujar Dadan.
Dengan penyesuaian menu dan waktu distribusi tersebut, BGN berharap program MBG tetap berjalan optimal selama Ramadhan dan tetap memberikan manfaat gizi tanpa menimbulkan pemborosan.













