Final Ricuh! Gubernur dan DPRD Provinsi Jambi sesalkan Insiden Gubernur Cup

Gubernur Jambi, Al Haris, dan ketua DPRD Provinsi Jambi saat dimintai keterangan usai Rapat Paripurna di Kantor DPRD Provinsi Jambi. (Foto:Wahyu Guno).

JURNAL​JAMBI.CO – Final Gubernur Cup antara kota Jambi vs Merangin pada Minggu (25/1), pecah dalam baku hantam antar pemain saat menit terakhir. Aksi anarkis itu menimbulkan tanggapan dari Gubernur Jambi, Al Haris, dan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi M. Hafiz Fattah.

Mengenai keributan itu, Al Haris menyayangkan perilaku atlet yang tidak mampu menjaga sportivitas di hadapan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI. Ia menegaskan, bahwa kericuhan itu terjadi saat Jambi sedang berusaha menunjukkan kesiapannya sebagai tuan rumah laga Timnas Indonesia.

​”Terkait bola kemarin, sebetulnya kita main di stadion baru kita. Ada Sekjen PSSI, ada Ketua Umum PSSI Jambi yang dulu juga manajer Timnas. Tetapi di satu sisi kita kecewa juga karena ada insiden kericuhan di lapangan. ungkapnya setelah rapat paripurna di DPRD Provinsi Jambi (26/1/2026).

Namun, Orang nomor satu di provinsi Jambi itu sedikit lega, karena kerusuhan tidak meluas ke tribun penonton.

“Kita bersyukur tidak ada penonton yang ikut-ikutan, artinya hanya pemain di lapangan yang ribut. Tapi saya apresiasi semuanya, saya melihat animo masyarakat Jambi untuk nonton bola luar biasa,” ucap Al Haris.

Meski tercoreng, Al Haris tetap optimis melakukan pembenahan melalui kompetisi berjenjang.

“Rencana habis Lebaran ini kami akan menggulirkan Liga 4 antar klub di Jambi. Ada 14 klub yang sudah mendaftar. Kita akan bikin Liga 4, nanti yang juaranya untuk Liga 3. Kita kawal nanti, kalau sudah ada stadion ya risikonya kita mesti punya klub. Karena gairah dari warga juga ada, ada hiburan yang luar biasa dalam menonton bola itu,” tambahnya.

Senada dengan Gubernur, ketua (DPRD) Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, menegaskan insiden itu bisa mengancam rencana kehadiran Timnas di Jambi, serta menjadi tuan rumah laga Timnas Indonesia.

​​”Ya, menjadi catatan karena memang kita tahu, melihat langsung bahwasanya fasilitas stadion sudah sangat baik saya kira, mulai dari kursi, kualitas rumput lapangan. Dan juga kami sempat duduk bersebelahan dengan Sekjen PSSI, beliau menjanjikan akan ada ajang pertandingan yang dihadiri oleh Timnas di Stadion Swarnabumi dan juga berharap nanti mungkin Liga 2 akan dimainkan juga di Swarnabumi,” ungkap Hafiz setelah rapat paripurna di DPRD.

Ia juga menyayangkan pertandingan tidak berakhir tuntas. menurutnya, itu merusak euforia ribuan warga yang sudah berbondong-bondong datang memenuhi stadion.

“Karena kasihan penonton sudah tinggi euforianya, datang jauh-jauh tapi pertandingannya tidak dapat diselesaikan 90 menit dikarenakan ada kericuhan,” tutupnya.